Skip to main content

Kualitas Buruk dan Gampang Pecah, Ketua Pokmas Sumberejo Pertanyakan Kualitas Paving Varia Usaha


SURABAYAIMediabidik.Com - 
Pelaksanaan pekerjaan Dana Kelurahan (Dakel) di Kelurahan Sumberjo menghadapi kendala serius terkait pengadaan barang material. Pengiriman paving block dari pihak penyedia barang dinilai terlambat serta memiliki kualitas yang buruk, sehingga mengganggu penyelesaian proyek sesuai target waktu kontrak.

​Ketiga kendala tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Pokmas Maju Jaya Kelurahan Sumberjo, Purwanto. Ia menyatakan bahwa pihak penyedia tunggal, yakni Varia Usaha, kerap mengirimkan material yang tidak memenuhi standar kualitas.

​"Kualitasnya saya anggap buruk. Saat barang sampai di lokasi, banyak yang pecah, gopel, dan retak-retak. Selain itu, keterlambatan pengiriman juga membuat kami kesulitan mengejar tenggat waktu pekerjaan yang sudah ditentukan dalam kontrak," ujar Purwanto kepada media ini, Senin (28/9/2026).

​Purwanto menambahkan bahwa pekerjaan paving ini memerlukan motif dan kesesuaian material yang presisi. Ketiadaan kelengkapan barang dari penyedia membuat proses pemasangan di lapangan tidak dapat berjalan optimal. Padahal, spesifikasi standar paving yang dipersyaratkan adalah kualitas K-350, namun hingga saat ini belum ada bukti atau hasil uji tes resmi yang ditunjukkan oleh pihak penyedia.

​Pihak Pokmas bersama Ketua LPMK Kelurahan Sumberjo, Gozali, mengaku telah menyampaikan komplain dan keluhan ini kepada pihak Varia Usaha. Meskipun penyedia berjanji akan menjaga kualitas, kondisi material yang dikirimkan ke lokasi tidak mengalami perubahan berarti.

​Atas permasalahan ini, Purwanto meminta pihak penyedia untuk turun langsung dan melakukan pengecekan ulang (cross-check) ke lapangan. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak salah paham dan mengira Pokmas membeli material berkualitas rendah dari industri rumahan (home industry).

​"Kami ingin pihak penyedia melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan sampai Pokmas yang disalahkan oleh masyarakat, seolah-olah kami membeli barang asal-asalan," tegas Purwanto.

Hal tersebut juga disampaikan oleh salah satu sopir yang tidak mau disebutkan jati dirinya mengakui bahwa kualitas paving atau kanstin yang dia kirim kualitasnya sangat buruk, karena banyak yang gopel atau pecah waktu diturunkan. 

Dia menganggap umur paving kurang matang dan kurang penyiraman, "Umur paving kurang matang, seharusnya dua minggu baru matang, ini baru satu minggu dikirim dan pihak varia tidak mau melakukan penyiraman saat paving setelah di cetak," ungkapnya. (red) 

Teks foto : Kanstin dan paving block yang baru dikirim oleh pihak Varia Usaha hari ini Senin(28/9/2026) dalam kondisi pecah. 


Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...