Skip to main content

Selesai Rehab Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Kembang, Pemkot Lanjut Rehab Pasar Pecindilan dan Pasar Pakis

SURABAYAIMediabidik.Com
– Setelah Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Kembang pengerjaan rehab selesai, saat ini dilanjutkan pengerjaan rehab Pasar Pecindilan di Kapasari dan Pasar Pakis di Jl. Dr. Soetomo sudah mulai dikerjakan.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Surabaya sampai akhir tahun ini akan merevitalisasi 16 pasar dengan tujuan pasar lebih modern dan nyaman bagi pengunjung saat berbelanja kebutuhan pokok.

Kabid Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Harindrayana mengatakan, untuk Pasar Pecindilan dan Pasar Pakis setelah selesai lelang dan sudah ada pemenangnya, langsung dikerjakan proses rehabnya.

“Dua pasar tersebut sudah mulai dikerjakan, dan kita targetkan akhir November 2026 kelar yaitu, Pasar Pecindilan dan Pasar Pakis,”ujar Harindrayana di Surabaya, Jumat (18/09/2026).

Ia menjelaskan, pengerjaan dua Pasar Pecindilan dan Pakis bersamaan dan sifat perbaikannya juga sama, karena masalah pasar tentu sama semua.

Seperti, sambung Harindrayana, perbaikan atap, lantai, saluran, dan perbaikan stand-stand nya. Namun, pengerjaan ke dua pasar tersebut tantangannya tentu berbeda.

Pasar Pakis misalnya, beber Harindrayana, kita harus connect (nyambung) dulu dengan PD Pasar Surya berkaitan dengan TPS (Tempat Penampungan Sementara) pedagang.

Jadi, terang Harindrayana, saat pasar masih dalam rehab para pedagang tetap berjualan setelah selesai rehab pedagang baru bisa masuk pasar.

“Jadi segmen mana dulu yang kita kerjakan, sementara pedagang tetap bisa berjualan. Ya seperti rehab Pasar Kembang, sebelum direhab kita sediakan TPS jadi pedagang tetap berjualan ditempat TPS tersebut,”terangnya.

Lebih jauh Harindrayana mengatakan, untuk anggaran rehab Pasar Pecindilan sekitar Rp2 miliar dan Pakis Rp2 miliar, jadi total dua pasar tersebut anggaran rehabnya sebesar Rp4 miliar.

“Dan terget selesai akhir November tahun ini pengerjaan rehab Pasar Pakis dan Pasar Pecindilan,”pungkasnya. (red)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...