Skip to main content

DPRD Surabaya Pertanyakan Rendahnya Serapan Anggaran BPKAD


SURABAYAIMediabidik.Com
– Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Muhammad Machmud, menyoroti rendahnya realisasi anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

Salah satu yang menjadi perhatian Machmud adalah anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya yang mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Namun, hingga 28 Agustus 2026, realisasinya disebut baru mencapai Rp11 miliar.

Machmud menilai kondisi tersebut tidak biasa. Terlebih, waktu pelaksanaan APBD 2026 tinggal menyisakan sekitar empat bulan.

“Di dalam pembahasan anggaran perubahan keuangan, saya menemui data yang agak di luar kebiasaan. Di bagian keuangan, Badan Pengelola Aset dan Keuangan itu ada anggaran Rp1,9 triliun, tapi hanya tercapai Rp11 miliar,”kata Machmud, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, Pemkot Surabaya harus memberikan penjelasan mengenai strategi merealisasikan sisa anggaran tersebut. Ia khawatir, percepatan serapan anggaran pada penghujung tahun justru berdampak terhadap kualitas pekerjaan.

“Di data itu juga tertulis sampai dengan 28 Agustus 2026 hanya terserap Rp11 miliar. Ini yang menurut saya agak tidak masuk akal. Padahal ini sudah Agustus,” ujarnya.

Machmud mempertanyakan apakah sisa anggaran triliunan rupiah tersebut mampu direalisasikan hanya dalam waktu empat bulan.

“Apa bisa Pemkot menghabiskan sisanya dalam waktu empat bulan? Apa bisa Pemkot menghasilkan kualitas yang bagus kalau pekerjaannya cepat-cepetan menghabiskan sisa anggaran triliunan itu dalam waktu empat bulan? Pasti dampaknya kepada kualitas bangunan,” tegasnya.

Machmud juga mempertanyakan penjelasan yang diterimanya dari dinas terkait mengenai penggunaan anggaran tersebut.

Ia menyebut ada penjelasan bahwa anggaran tersebut berkaitan dengan utang untuk pembangunan. Namun, Machmud mempertanyakan alasan penggunaan utang apabila pembangunan yang dimaksud telah dilaksanakan.

“Katanya itu adalah uang utang untuk pembangunan. Sementara di lapangan sudah dibangun. Nah, kalau itu sudah dibangun untuk apa utang?”katanya.

Menurut Machmud, penggunaan skema pinjaman harus diperjelas agar tidak menjadi beban masyarakat di kemudian hari.

“Kalau sudah bisa bayar warga, pembebasan lahan dibayar uangnya pakai APBD. Terus untuk apa lagi pakai pinjam-pinjam? Menjadi beban rakyat nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembayaran kewajiban pemerintah menggunakan APBD yang bersumber dari penerimaan masyarakat.

“Karena diakui atau tidak, yang mengangsur adalah rakyat. Yang dipakai mengangsur adalah APBD. APBD itu uang rakyat, yang dikumpulkan dari pajak, retribusi rakyat,”jelas Machmud.

Machmud mengaku belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak BPKAD Surabaya. Karena itu, persoalan tersebut akan kembali dibawa dalam pembahasan Badan Anggaran DPRD Surabaya bersama Pemkot Surabaya.

“Saya juga belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari Badan Pengelola Aset dan Keuangan Pemkot Surabaya. Kami akan tanyakan nanti ketika ada rapat Badan Anggaran Pemkot dengan DPRD,”pungkasnya.(red) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...