Skip to main content

Harga Material Melambung Tinggi, Berdampak Pada Proyek Revitalisasi THP Kenjeran

SURABAYAIMediabidik.Com– Kenaikan harga material membuat proyek revitalisasi Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran ditunda sementara.

Padahal, Pemkot Surabaya akan melakukan revitalisasi THP Kenjeran di tahun ini dengan anggaran Rp24 miliar. Namun, karena ada kenaikan harga material yang sangat tinggi membuat proyek di pending.

Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Harindrayana menjelaskan, sebelumnya kita akan mulai lelang proyek revitalisasi THP Kenjeran sisi utara dan sisi selatan.

Nah kemarin sudah kita siap untuk lelang ya, terang Harindrayana, tetapi kebetulan semua kondisi terutama kondisi global itu kan kemudian menyebabkan harga minyak naik yang memicu kenaikan harga material.

Karena, sambungnya, kebetulan juga tidak cuma solar imbasnya kemana-mana, besi naik, material naik, yang lain naik. 

Dari kenaikan harga minyak, terang Harindrayana, maka kita evaluasi harganya kemarin karena anggarannya tetap tidak berubah. 

Jadi, bebernya, anggaran revitalisasi THP Kenjeran dan pagunya tidak berubah. Hanya kita harus evaluasi harga material.

"Jadi istilahnya bukan perubahan harga sih, tapi mungkin menyesesuaikan harga. Cuma SKB 3 Menteri itu kan belum keluar jadi tidak bisa kita menyesuaikan dan merubah harga,”tuturnya.

Lebih jauh Harindrayana mengatakan, padahal kenyataannya di lapangan naik harganya. Nah ini kita masih coba koneksi dengan BPJP.

Mendingan. Ini pasti proses, ini yang kami cari yang paling efisien yang mana lah untuk itu diambil yang paling efisien. 

Saat ditanya dengan kodisi seperti ini apakah proses lelang ditunda, Harindrayana mengatakan, insya Allah, mudah-mudahan tidak, hanya diundur saja.

Artinya, ujar Handriyana, kita juga ada jangka waktu pelaksanaan yang harus dipenuhi kan, jadi ini hanya masalah waktu saja. 

Harindrayanaa kembali menambahkan, untuk proses lelang baru akan launching. Karena memang belum di lelang, artinya kita sudah mau usulkan Tapi belum tayang.

"Baru mau kita usulkan kemudian harga kan naik, dan juga belum sempat tayang lelangnya," pungkasnya. (red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah