Skip to main content

Program Breeding Loan Sepasang Komodo Tunggu Persetujuan Presiden

SURABAYAIMediabidik.Com - Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo untuk program breeding loan sepasang komodo usia 8-12 ke IZoo, kebun binatang reptil terbesar di Jepang.

Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Perumda KBS, Mohammad Nahroni.  Menurut dia, prosesnya masih panjang karena komodo termasuk satwa dilindungi yang izin pengirimannya harus melalui persetujuan Presiden.

"Kita masih nunggu persetujuan dari Bapak Presiden. Setelah B2B (Business-to-Business) ditandatangani, kami ajukan kelengkapan surat ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, lalu ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selanjutnya ke Presiden,”ujar Nahroni di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (6/5/2026).

Dia belum bisa memastikan kapan persetujuan keluar karena proses birokrasi cukup panjang. "Kalau sudah ada persetujuan, KBS langsung bisa mengirim,”tambah dia.

Meski dipinjamkan ke luar negeri, Nahroni menegaskan kepemilikan komodo tetap milik negara Indonesia. Jika komodo tersebut berkembang biak di Jepang, anakannya juga tetap menjadi hak Indonesia. Semua satwa yang dilindungi itu walaupun posisinya di KBS atau di tempat-tempat lain, tapi itu adalah milik negara Indonesia. "Jadi kita (KBS) hanya memelihara, secara kepemilikan tetap milik negara, walaupun itu (dititipkan/dipinjamkan) di luar negeri," tandas dia.

Dia menjelaskan, tujuan dipinjamkannya komodo secara government to government (G to G) adalah 
untuk diplomasi hijau, menjalin persahabatan antar pemerintah. Masyarakat internasional bisa melihat langsung satwa endemik Indonesia. Harapannya mereka tertarik berkunjung ke Indonesia untuk melihat langsung habitat komodo di alam liar,”ungkap dia.

Komodo sendiri dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan dari Cina, Jepang, dan Taiwan yang menganggapnya sebagai satwa legendaris dan sakral.

Terkait wacana pembangunan Pulau Komodo di Surabaya, mengingat koleksi Komodo KBS sudah lebih dari 50 an ekor,  Nahroni menyebut pihaknya masih mengkaji kelayakannya dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk realisasinya. Mengingat proyek tersebut butuh banyak biaya dan tempat yang luas. "Kita masih proses, apakah lebih optimal maksimalkan area di KBS atau dibuat eksklusif tersendiri. Untuk kajian eksternal belum bisa dilakukan, kita hanya berdasarkan kajian internal," pungkas dia.(KBID-BE/red) 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...