Skip to main content

Menimbulkan Bau Tidak Sedap, Dewan Minta TPS Dibelakang RS Darmo Dipindahkan

Mediabidik.com – Dianggap menimbulkan aroma bau tidak sedap, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Jalan Taman Ketampon belakang RS Darmo diminta segera dipindah ke lokasi TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Hal tersebut terungkap saat hearing Komisi C DPRD Kota Surabaya dengan RS Darmo di ruang Komisi C, Senin (05/12/22).

Ketua Komisi C, Baktiono mengatakan, keberadaan TPS di belakang RS Darmo seyogyanya harus dipindah, karena rumah sakit harus steril dari tempat sampah. 

"Dari keterangan pihak RS Darmo bahwa baunya itu bisa masuk ke area rumah sakit, terutama di ruang mayat," ujarnya, Senin (05/12/22).

Sementara itu Direktur RS. Darmo, Sulung Budianto mengatakan, TPS di Jalan Taman Ketampon tepatnya dibelakang RS Darmo merupakan sampah warga kelurahan Dr. Soetomo, dimana akibat volume sampah yang terus meningkat sehingga menimbulkan bau di sekitar area rumah sakit.

"Saat Komisi C melihat langsung kondisi TPS di belakang RS Darmo, maka Senin ini dilakukan pertemuan untuk mencari solusi, bagaimana agar sampah di pintu masuk belakang RS Darmo bisa di manage lebih baik lagi," ujarnya kepada media usai hearing dengan Komisi C, Senin (05/12/22).

Ia menjelaskan, saat ini memang sampah di belakang RS Darmo setiap hari diangkut mulai Pk.06.00 Wib, Pk.09.00, Pk.11, dan Pk.15.00 Wib itu sudah diangkut. 

"Keberadaan TPS di belakang RS Darmo ini dari info DKRTH Surabaya sudah ada sejak 40 tahun lalu, hanya saja dulu volume sampahnya tidak sebesar sekarang ini. Sementara di kami RS Darmo memiliki pengelolaan sampah sendiri, jadi itu yang di belakang rumah sakit TPS milik warga kelurahan Dr. Soetomo," terang Sulung.

Dirinya kembali mengatakan, solusi dari pihak kelurahan dan kecamatan maupun DKRTH Surabaya, segera akan dicari TPS yang baru untuk migrasikan TPS di Jalan Taman Ketampon ini.

"Solusi jangka pendeknya dari keterangan DKRTH akan diberikan compactor, dan intensitas pengangkutannya akan ditambah," pungkasnya. (red)

Teks foto :Direktur RS. Darmo, Sulung Budianto. 

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K