Skip to main content

Selain Bangun 6 Unit Gedung Sekolah Baru, Dispendik juga Rehab Puluhan Sekolah

SURABAYAIMediabidik.Com - Selain membangun enam unit gedung sekolah baru Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya tahun ini juga melakukan rehab puluhan sekolah dari SDN sampai SMPN mulai yang kerusakan ringan sampai sedang, saat ini Dispendik kota Surabaya juga prioritaskan perbaikan toilet sekolah yang semula toilet jongkok diganti duduk. 

Awang Wirawan Kabid Sarana Prasarana Pendidikan Dispendik kota Surabaya mengatakan, selain pembangunan enam gedung baru tahun ini, dinas pendidikan kota Surabaya juga melaksanakan rehab, rehab ini ada beberapa, kita fokus untuk yang sudah terindenfikasi kemarin akibat dari kemarau basah. Seharusnya musim kemarau tapi masih ada hujan, "Jadi kita fokus pada pemasangan atap yang bocor, talang-talang kita perbaiki dulu. ujar Awang Wirawan, Rabu (24/6/2026). 

Yang kedua, Awang Wirawan menjelaskan, perbaikan toilet, pimpinan atau kadis pinginnya punya sekolah yang toiletnya bersih, toilet kering, hasil dari komunikasi dengan satuan pendidikan maunya minta toilet duduk semua. 

Tapi karena satu hal, kebiasaan para murid atau siswa kalau kita ganti toilet duduk semua rata-rata dari pihak sekolah agak keberatan. Mengingat dari siswa mereka terbiasa dengan toilet duduk, ada yang sama sekali belum terbiasa dengan toilet duduk itu, dan ada beberapa sekolah yang menggunakan toilet duduk tapi masih di jongkok,i karena kebiasaan.

"Memang untuk merubah suatu kebiasaan tidak mudah, harus bertahap dan saya mendapatkan masukan dari pihak sekolah kalaupun itu harus diganti dengan toilet duduk tetapi harus dipertahankan toilet yang jongkok." terang Awang Wirawan. 

Dia menambahkan, terutama untuk daerah-daerah yang masyarakatnya belum terbiasa, nanti kalau kita paksakan untuk duduk. Karena yang terjadi saat ini penggunaannya tetap jongkok, karena kebiasaan. "Daripada nanti diberlakukan seperti itu, saya tetap memfasilitasi ada yang jongkok ada yang duduk. Tapi tetap kita benahi supaya bersih, "ungkap Awang. 

Mantan Lurah Tambah Rejo ini menyampaikan, untuk gedung yang akan di rehab ada puluhan, dari SDN sampai SMPN ada yang pengajuan ada yang melalui program. Untuk proses rehab itu kan kita bagi sama rehab sedang, kalau untuk rehab-rehab ringan kita kerjakan swakelola melalui satgas. Kami juga mengajak pihak sekolah ini berkolaborasi, kan dana BOS ini dua puluh persennya bisa untuk perbaikan sarana prasarana. 

"Artinya, untuk perbaikan yang kecil kecil seperti menganti engsel, paving berlubang bisa tidak harus menghubungi dinas. "pungkas Awang. (red) 

Teks foto : Gedung sekolah SMPN 32 Surabaya. 


Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah