Skip to main content

Bank Jatim Borong 7 Penghargaan dalam Ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

JAKARTA|Mediabidik.Com - Dalam ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselenggarakan di Hotel Kempinski Jakarta, pada Jumat (26/6/2026). 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, Bank Jatim berhasil meraih tujuh penghargaan sekaligus atas konsistensinya dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah di berbagai kanal layanan. 

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan perseroan dalam menjaga kualitas layanan dan terus berinovasi di era transformasi digital.

Adapun tujuh penghargaan yang berhasil diraih Bank Jatim meliputi:
1. Consistent Region Bank in The Best Customer Experience for 15 Consecutive Years (2012–2026). 
2. The Best Region Bank in ATM Experience. 
3. The Best Region Bank in Social Media Experience. 
4. The Best Region Bank in Call Center Experience. 
5. The Best Region Bank in Chatbot Experience. 
6. The Best Region Bank in Mobile Banking Experience. 
7. The Best Region Bank in SMS Banking Experience. 

Winardi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan yang telah diterima oleh Bank Jatim. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh Jatimers dalam memberikan layanan yang prima, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan nasabah. ”Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan di seluruh touchpoint, baik layanan konvensional maupun digital. Kepercayaan nasabah merupakan aset terbesar Bank Jatim, sehingga kami akan terus berinovasi agar dapat menghadirkan customer experience yang semakin mudah, cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Keberhasilan mempertahankan predikat Consistent Region Bank in The Best Customer Experience selama 15 tahun berturut-turut menjadi bukti konsistensi Bank Jatim dalam membangun budaya layanan yang unggul. Di sisi lain, penghargaan pada berbagai kanal layanan seperti ATM, mobile banking, call center, whatsapp, SMS banking, hingga media sosial menunjukkan kemampuan Bank Jatim dalam mengintegrasikan layanan fisik dan digital untuk memenuhi ekspektasi nasabah yang terus berkembang. 

Sejalan dengan transformasi digital yang terus dilakukan, lanjut Winardi, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi produk dan layanan, meningkatkan kapabilitas teknologi informasi, serta menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin optimal bagi seluruh nasabah. Bagi perseroan, kualitas pelayanan tak hanya menjadi bagian dari operasional bisnis, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat inovasi, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna menghadirkan pengalaman layanan yang semakin unggul. 

”Sebab kami meyakini pelayanan prima yang konsisten menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus menjadi bank pembangunan daerah yang adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur,” tegas Winardi.

Sebagai informasi, ajang Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation merupakan penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil riset independen terhadap kualitas pengalaman nasabah pada berbagai kanal layanan perbankan yang menjadi tolok ukur kualitas customer experience di industri perbankan. (rinto)

Caption: Penghargaan yang diraih Bank Jatim diterima oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo. 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah