Skip to main content

Ketua DPC PKB Surabaya Dukung Pemekaran Dapil

SURABAYAIMediabidik.Com– Ketua DPC PKB Surabaya, M. Faridz Afif, mendukung pemekaran dapil yang sedang dikaji KPU Kota Surabaya 

Ia menegaskan partainya tidak mempermasalahkan jumlah kursi DPRD Surabaya nantinya tetap 50 atau bertambah menjadi 55 kursi. Sebab PKB menganggap kondisi lima dapil di kota Pahlawan saat ini sudah tidak relevan.

"Baik 50 kursi maupun 55 kursi, PKB tetap sepakat dan mendukung pemekaran dapil. Fokus kami bukan pada jumlah kursi, tetapi pada pemekaran dapil yang memang sudah menjadi kebutuhan," kata Afif, kepada Jatimupdate.id, Kamis (18/6).

Afif menuturkan, PKB telah menyerahkan kajian terkait pemekaran dapil kepada KPU Kota Surabaya.

Dalam kajian itu, PKB mengusulkan Surabaya dibagi minimal delapan dapil agar representasi masyarakat lebih merata.

"Dan penyerapan aspirasi warga dapat berjalan optimal," ujarnya.

Afif menilai jumlah lima dapil yang berlaku saat ini tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Surabaya yang mencapai lebih dari tiga juta jiwa.

Ia membandingkan Surabaya dengan sejumlah daerah penyangga yang justru memiliki jumlah dapil lebih banyak. 

Misalnya Kabupaten Gresik memiliki sembilan dapil, sementara Sidoarjo dan Bangkalan masing-masing enam dapil.

"Surabaya memiliki 31 kecamatan tetapi hanya lima dapil. Ini sudah tidak relevan. Karena itu pemekaran dapil perlu dilakukan dan memang harus dilakukan," ujarnya.

Menurut Faridz, luasnya cakupan wilayah di beberapa dapil menyebabkan anggota legislatif kesulitan menjangkau seluruh konstituen secara merata.

Ia mencontohkan ada dapil yang mencakup hingga tujuh kecamatan, sementara dapil lainnya membentang dari kawasan pesisir timur Surabaya hingga perbatasan Sidoarjo.

Kondisi tersebut dinilai membuat banyak aspirasi masyarakat tidak terserap secara maksimal.

"Akhirnya anggota DPRD ketika menyerap aspirasi masyarakat tidak merata karena wilayah dapilnya terlalu lebar," katanya.

Terkait kemungkinan penambahan kursi DPRD Surabaya menjadi 55 kursi, Afif menilai hal itu masih bergantung pada data kependudukan yang akan digunakan sebagai dasar penetapan. 

Kendati begitu, PKB tetap menempatkan pemekaran dapil sebagai prioritas utama.

"Kalaupun nanti jumlah penduduk Surabaya tidak mencapai tiga juta dan kursinya tetap 50, pemekaran dapil tetap harus dilakukan. Karena persoalannya bukan hanya jumlah penduduk, tetapi luas wilayah dan efektivitas representasi masyarakat," tegasnya.

Ia menegaskan sikap final PKB untuk Pemilu 2029 mendorong pemekaran dapil di Kota Surabaya minimal delapan dapil. 

"Keputusan PKB jelas, harus ada pemekaran dapil minimal delapan dapil," beber M Faridz Afif. (red) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah