Skip to main content

Gagal Pesta Sabu, Polisi Tangkap Christian Dengan Beberapa BB


Mediabidik.com
- Terdakwa Christian Rivaldo Santoso saat sedang bersantai dikamar salah satu hotel di jalan Raya Kertajaya Indah, pada Jumat 25 Desember 2020.
 
Terdengar pintu digedor. Saat Christian membuka pintu, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim langsung mengamankan Christian. Padahal, saat itu ia akan mengadakan pesta dengan beberapa rekannya. Tim polisi Polda tersebut langsung menggeledah terdakwa.
 
"Dari hasil penggeledahan, kami menemukan dua bungkus plastik klip yang diduga narkotika jenis sabu. Beratnya total sekitar 1,94 gram," kata saksi I Made Agung, saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (21/5/2021).
 
Tidak hanya sabu yang ditemukan. Ada juga ekstasi warna hijau berlogo Hulk sebanyak sembilan butir. 19 butir ekstasi warna hijau logo mahkota. Delapan butir ekstasi warna biru. 11 butir ekstasi warna coklat. Enam butir ekstasi warna kuning. Serbuk putih ketamine seberat 2,09 gram. 80 butir happy five.
 
Serta empat batang rokok yang telah dicampur dengan ketamine. Beratnya 3,43 gram. "Semua narkotika itu ditemukan di kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kotak itu ditempel di dalam kamar mandi," katanya lagi.
 
Terdakwa mengakui kalau semua barang tersebut didapat dari Jonatan. Saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Lima hari sebelum Christian ditangkap narkotika tadi dibeli. Narkotika itu, diantarkan oleh orang suruhan Jonatan.
 
Tapi diantarkan hanya sampai di lobi hotel. Setelah itu, Jonatan menghubungi terdakwa untuk mengambil barang tersebut. "Orang suruhan terdakwa yang langsung ngasih barang itu kepada Christian. Terdakwa lalu memberikan uang sebesar Rp 8 juta untuk membayar semua pesanannya," tambahnya.
 
Terdakwa juga memesan sabu melalui Danis yang juga sekarang menjadi DPO. Satu poket sabu yang dipesan dari orang itu. Beratnya sekitar 1,24 gram. Sabu itu dipesan pada 22 Desember 2020 seharga Rp 1.1 juta. "Uang pembayarannya dikirim melalui bank," ungkapnya.
 
Narkotika sebenarnya pesanan teman-teman terdakwa yang akan membuat pesta. Ia mendapat keuntungan dari hasil penitipan tersebut. Sayang, polisi yang menangkap lupa keuntungan yang didapat oleh terdakwa dari aksinya itu.
 
"Ada yang dipakai sendiri oleh terdakwa. Ada juga yang diberikan kepada teman-temannya. Terdakwa mendapat keuntungan dari peredaran itu. Tapi, saya lupa Yang Mulia berapa imbalan yang didapat terdakwa," terang saksi.
 
Tim lalu melakukan pengembangan terhadap penangkapan itu. tim kembali menangkap tiga rekan Christian di lokasi yang berbeda. "Terdakwa kami tangkap berdasarkan informasi dari masyarakat. Sementara, ketiga temannya hasil dari pengembangan," jelas saksi.
 
Sementara itu, terdakwa yang mengikuti persidangan itu secara online membenarkan keterangan kedua polisi itu. Ia mengaku melakukan itu pertama kali pada Maret 2020. Ia lakukan lantaran ia tidak memiliki pekerjaan. Ditambah lagi saat itu awal pandemi Covid-19 sedang  melanda Tanah Air.
 
"Saya baru saja melakukan pengedaran itu Yang Mulia. Awal pendemi lalu. Saya tidak bekerja. Waktu itu cari pekerjaan susah. Tapi, semua itu benar barang milik saya. Saya beli dan edarkan kembali. Ada juga yang saya pakai sendiri," ungkap terdakwa.
 
Semua barang bukti tadi sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium pada Januari 2021. Hasilnya menyatakan kalau barang tersebut mengandung zat yang digunakan dalam narkotika sesuai golongannya. Perbuatan terdakwa diancam pidana pasal 114 ayat 2/2009 tentang narkotika.(pan) 


FOTO: 
Saksi penangkap, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda, dalam sidang yang digelar di PN Surabaya.

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt