Skip to main content

Gus Amik : Tak Ada yang Kebetulan, Pandemi Covid-19 Ujian Allah

Mediabidik.com - Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia menjadi ujian paling berat bagi umat islam dunia saat ini. Apalagi virus corona ini menjadi pandemi dikala umat islam menjalani ibadah wajib berupa puasa ramadhan. 

Pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqien Magetan Miratul Mukminin (Gus Amik) dalam khotbah Idul Fitri 1441 H di Masjid Muttaqie secara terbatas internal keluarga dan pengurus dengan protokol covid, tidak berdekatan dan mengunakan masker, pada Minggu pagi 24 Mei ini mengatakan, bahwa tidak ada yang kebetulan semua yang terjadi di dunia. Jangankan wabah penyakit, daun yang gugur sudah atas seizin allah.  

"Artinya, sesuatu yang terjadi yang menimpa makhluknya tentu atas izin Allah. Bagi hamba Allah yang beriman dan bertakwa sikap kita ketika menghadapi wabah penyakit adalah, pertama teguhkan iman dan ketakwaan kita, mohon pertolongan kepada Allah, karena akhirnya Allahlah yang mengeluarkan kita dari wabah penyakit. Ingatlah bahwa Allah menguji hambanya diukur dengan kemampuan kita," ujarnya.

Kedua, lanjut Gus Amik, manusia tidak boleh takut terhadap pandemi covid-19, tetapi jangan merasa takabbur atau sombong. Karena Allah tidak menyukai hambanya yang takabbur. Ketiga, sebagai hamba harus terus berikhtiar. Dengan ikhtiar atau usaha dengan mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, maka niscaya akan terbebas dari pandemi covid-19.

"Tiga sikap ini harus kita ikuti agar terbebas dari semua wabah penyakit, terutama pandemi covid-19 yang meninpa kita," terangnya.

Lebih lanjut, Gus Amik bersyukur kepada Allah karena diberi kemudahan dan pertolongan bisa menjalankan ibadah puasa dan sholat idul fitri 1441 hijriyah. Memang, suasana ramadhon tahun ini secara lahiriah berbeda dengan tahun sebelumnya, tetapi secara bathiniyah tidak ada yang berbeda. 

"Kewajiban puasa tahun ini secara fisik ada pembatasan-pembatasan, karena kondisi yang tidak memungkinkan, tetapi secara bathiniyah tidak akan pernah mengurangi kekhidmatan dan kekhusyuan kita menjalankan ibadah yang telah ditetapkan oleh Allah," jelasnya.

Sebulan penuh umat islam berpuasa, kata Gus Amik yang juga Ketua Tim Pemenangan Calon Walikota Surabaya Machfud Arifin ini, agar menjadi hamba Allah yang muttaqien. Berdasarkan surat Ali Imran ayat 134 ciri orang bertakwa adalah bersedekah dikala luang dan sempit. Kedua menahan amarah, ketiga memberi maaf, keempat segera mengingat Allah jika berbuat salah, kelima senantiasa istighfar dan bertaubat, keenam tidak larut dalam berbuat dosa.

"Buah dari takwa adalah kita berharap bisa memiliki sifat orang-orang bertakwa. Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba Allah yang muttaqien," doanya.(pan) 

Foto : Khotbah Idul Fitri Miratul Mukminin (Gus Amik)/ Pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqien

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah