Ads (728x90)

Mediabidik.com - Bantuan sosial (bansos) terdampak covid-19 yang disalurkan Pemkot Surabaya belum dirasakan oleh semua masyarakat Terdampak. Seperti yang dialami Ketua RW 8 Bubutan Kholil Salim yang hingga detik ini belum mendapatkan bansos Terdampak covid 19 dari pemkot Surabaya, padahal warganya sudah masuk data Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat terdampak covid-19, bahkan yang terjadi ada orang kaya dan sudah mati masih mendapat bantuan.

"Daerah saya sudah berulang kali didata untuk menerima bantuan Terdampak covid 19, tapi hingga detik ini bantuan itu tidak kunjung datang, padahal kondisi ekonomi sejumlah warga Terdampak covid 19 terus memburuk, yang terjadi cuma didata dan didata tapi tidak juga diberikan bantuan, mirisnya lagi Data yang dipakai yang lama, dulu miskin sekarang sudah kaya, tapi tetap dapat bantuan, ada juga yang sudah mati tetap juga dapat, meski direvisi nanti juga keluar bantuannya," ujarnya saat curhat pada Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (purn) Machfud Arifin, Jumat (22/5).

Kholil salim menuturkan, karena tidak juga ada bantuan dari pemkot surabaya, akhirnya dirinya dan perwakilan sejumlah RT memilih curhat kepada bapak Machfud Arifin karena kepedulian beliau pada masyarakat tidak mampu sangat luar biasa, dan itu terbukti, setelah dirinya curhat, tanpa bertele-tele, bapak Machfud Arifin langsung memberi bantuan sembako, untuk kelanjutan hidup warga Terdampak covid 19.

Kholil yakin Machfud Arifin mampu mengatasi semua masalah warga Surabaya. Pengalamannya sebagai Kapolda, jaringan yang sudah terbangun, serta kapasitasnya yang bagus menjadi modal berharga untuk menjadi Wali Kota Surabaya. 

"Saya yakin pak Machfud mampu membereskan semua masalah di surabaya. Maka saya siap memenangkan dan mengantar beliau menjadi wali kota," tegasnya.

Sementara itu, Machfud Arifin mengaku prihatin masih ada masyarakat terdampak covid-19 yang tidak menerima bantuan. Sebetulnya, Pemkot Surabaya sudah meminta data berulang-ulang ke masyarakat, namun realisasinya bantuan yang dijanjikan pemkot tidak diterima. 

"Data sudah diminta berulang-ulang, tapi realisasinya belum dapat. Kita sangat prihatin, mudah-mudahan vaksin dan obatnya segera ditemukan, karena virus ini tidak bisa hilang," ucapnya.

Tokoh asli Suroboyo ini menegaskan, yang terdata terdampak covid-19 sebagian besar tidak dapat. Yang perlu diperhatikan bukan hanya MBR, masyarakat terdampak covid-19 juga wajib mendapatkan bantuan sosial dari Pemkot Surabaya dan Bantuan segera diberikan kepada masyarakat terdampak. 

"Memang masalah data masih jadi problem pemkot, ke depan insfrastruktur ini diperbaiki, bangun infrastruktur berbasis IT, supaya tempatnya ada sehingga tinggal input data. Data bersasarkan NIK, alamat dan namanya jelas. Jangan aneh-aneh, RW susah, rakyatnya juga input susah, karena tidak semua orang punya kemampuan IT," ungkapnya.(pan)

Foto : Machfud Arifin saat memberikan bantuan ke warga terdampak covid-19.

Post a comment