Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Sejumlah warga di perkampungan Kota Surabaya, Jawa Timur, bagian utara mengeluhkan sejak lama belum teraliri jaringan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) seiring manajemen PDAM meluncurkan program pemasangan sambungan baru di rumah-rumah warga secara gratis memperingati HUT ke-726 Surabaya.

"Ada sektar 14 rumah warga di sini sejak lama belum teraliri jaringan PDAM. Kami sudah mengajukan ke PDAM tapi sampai saat ini," kata Ketua RT 9, RW 12, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Mat Kirom, Selasa (2/4/2019).

Menurut dia, PDAM belum bisa memasang sambungan baru karena tidak ada jaringan pipa arteri yang masuk di perkampungan. Untuk itu, ia berharap kepada Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini PDAM Surya Sembada agar memasang jaringan pipa arteri.

"Kalau sudah ada pipa arteri yang masuk di gang-gang, maka warga baru bisa memasang sambungan baru," ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, kebanyakan warga setempat menggunakan air yang bersumber dari sumur bor yang rasanya asin untuk keperluan sehari-hari. Tentunya, kata Kirom, air dari sumur tersebut kurang sehat karena sering kali warga mengalami gatal-gatal.

"Kami minta tolong agar pemerintah pemasangan jaringan pipa arteri di sini," katanya.

Hal sama juga dikatakan Sumarsono, Ketua RT 10, RW 12 Kelurahan Ujung. Ia mengatakan ada sekitar 10 warga di RT-nya yang sejak bertahun-tahun belum teraliri sambungan air PDAM.
"Kalau permintaan sudah sering tapi karena jaringan tidak ada, PDAM tidak bisa memasang. Warga diminta mengajukan ke PDAM secara kolektif. Tapi setelah diajukan tetap belum bisa," katanya.

Mendapati hal itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya Syaiful Aidy mendatangi sejumlah warga yang tidak teraliri sambungan air PDAM itu. Menurutnya, PDAM punya target pemasangan jaringan 100 persen di seluruh Surabaya.

"Makanya saya bantu memfasilitasi PDAM supaya bisa mengetahui tempat-tempat yang belum teraliri PDAM," katanya. 

Menurut politikus PAN ini, dua RT di Kelurahan Ujung ini adalah salah satu contoh yang belum teraliri oleh jaringan pipa PDAM. Tentunya, lanjut dia, jika itu bisa disikapi pihak PDAM, maka program PDAM untuk menapai jaringan 100 persen akan cepat teralisasi.

"Sekarang ini kan baru 98 persen. Tentunya PDAM harus jemput bola dengan menelusuri perkampungan warga agar tau mana yang belum teraliri jaringan PDAM," katanya.

Sementara itu, Supervisor Pemasangan Sambungan Air Wilayah Surabaya Timur PDAM Surabaya, Syaiful mengatakan  pihaknya sudah sering mensosialisasikan program PDAM tersebut kepada warga dalam beberapa kegiatan baksos.   

"Kalau ada warga di dua RT Kelurahan Ujung ini belum terpasangan sambungan air, itu karena status tanah yang dipakai warga milik PT Kereta Api. Ini yang tidak bisa kita bantu," katanya.

Namun, lanjut dia, kalau ada rumah warga yang statusnya jelas maka pihaknya akan mengupayakan agar segera memasang jaringan pipa tersiar di perkampungan. "Ini memang urusannya dengan PDAM, kami akan mensuplai jaringan secara gratis mulai dari pipa, aksesoris, pembongkaran paving, pengalian, pengurukan hingga rekondisi," katanya.

Mengenai warga yang tinggal di lahan PT KA, lanjut dia, sebetulnya bisa diatasi dengan program master meter yang bertujuan untuk meningkatkan akses air PDAM yang ditujukan kepada warga yang berpenghasilan rendah bertempat tinggal di wilayah/lokasi yang lokasinya secara teknis maupun adminsitratif tidak dapat dilayani PDAM Surabaya.

"Artinya di perkampungan itu dibuat komunal, baru kemudian ditarik internal untuk orang banyak," katanya.(pan)


Post a Comment