Skip to main content

Dongkrak Ekonomi, Pemkot Alihkan Lahan Parkir dan Sentra PKL di Kawasan SIB

Mediabidik.com – Guna mendongkrak pengunjung Sentra Ikan Bulak (SIB) depan Patung Taman Suroboyo Kenjeran, Pemkot Surabaya membangun Parkir Kawasan yang terintegrasi dengan terminal Kenjeran.

Parkir kawasan ini nantinya juga akan di isi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di area Taman Suroboyo, sehingga diharapkan bisa mendongkrak pengunjung SIB Kenjeran.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian mengatakan, sejak Agustus 2022 kita bangun parkir kawasan yang terintegrasi dengan terminal Kenjeran milik Dishub Surabaya, dan sentra PKL dimana kini sudah selesai pengerjaannya.

" Kita juga akan bangun sentra PKL di lahan parkir kawasan, sehingga saat relokasi PKL yang selama ini berjualan di Taman Suroboyo sudah tersedia lahannya," ujarnya di Surabaya, Selasa (01/11/22).

Ia menjelaskan, pembangunan parkir kawasan di Kenjeran ini berawal dari keluhan pengelola di SIB yang mengeluh sepi pengunjung, karena masyarakat selama ini parkir dan makan di PKL yang ada di area Taman Suroboyo. 

"Nah soal isu parkir dan PKL ini yang kita coba benahi dan kita kerjakan yaitu, bangun parkir kawasan dan PKL sehingga diharapkan bisa meningkatkan pengunjung SIB. Kedepannya Taman Suroboyo Kenjeran clear dari parkir dan PKL," terang Iman Krestian.

Saat ditanya berapa banyak PKL yang akan direlokasi, Iman Krestian mengatakan, data-data PKL yang ada di Taman Suroboyo Kenjeran semuanya ada di Kelurahan dan Kecamatan Kenjeran.

Ekspektasi kita, tambah Iman Krestian, dengan dibangunnya parkir kawasan dan sentra PKL akan mendongkrak pengunjung SIB. 

Untuk bangun parkir kawasan dan sentra PKL, jelas Iman Krestian, menelan anggaran dengan nilai kontrak Rp3,3 miliar dan sudah dilelang tahun ini juga. 

"Ini untuk pengerjaan parkir kawasan, Integrasi terminal Kenjeran, dan atap SIB. Untuk penataan Taman Suroboyo di handle sama DLH Surabaya," pungkasnya. (red)

Teks foto : Iman Kristian Kabid Bangunan Gedung DPR KPP kota Surabaya. 

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua