Ads (728x90)


SURABAYA(Media Bidik) - Warga Kota Surabaya diimbau untuk tetap mewaspadai terjadinya potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal mereka. Pasalnya, meskipun intensitas hujan sekarang ini tengah deras-derasnya mengguyur Kota Pahlawan, bukan berarti meniadakan potensi kebakaran.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Chandra Ratna Maria Oratmangun mengatakan, berdasarkan data yang ada di Dinas Kebakaran Kota Surabaya, di musim hujan kali ini, kebakaran masih cukup sering terjadi meskipun intensitasnya tidak setinggi seperti ketika musim kemarau.

"Memang potensi kebakaran meningkat ketika musim kemarau. Tapi jangan salah, di musim hujan seperti ini pun masih ada kebakaran. Karena itu kami menghimbau warga untuk tetap waspada. Jangan lengah," tegas Chandra Oratmangun ditemui Rabu (18/2) di sela-sela latihan simulasi dalam rangka persiapan hari pemadam kebakaran nasional di Taman Surya.

Menurut Chandra, merujuk pada data terjadinya kebakaran di Dinas Kebakaran Kota Surabaya, selama musim hujan kali ini, angka kejadian kebakaran terhitung satu (1) kejadian hingga 20 kejadian per bulannya. Jumlah tersebut memang terbilang rendah bila dibandingkan dengan kejadian kebakaran di musim kemarau di mana per bulannya bisa mencapai 90 hingga 100 peristiwa kebakaran.

"Penyebab kebakarannya bisa karena petir. Tetapi lebih banyak karena arus pendek. Juga bisa karena mati lampu terus pakai lilin, ketiduran dan akhirnya terbakar," terang Chandra.

Perihal latihan persiapan untuk peringatan hari pemadam kebakaran nasional yang diperingati setiap tanggal 1 Maret pada setiap tahunnya, Chandra menegaskan bahwa  untuk tahun ini, Dinas Kebakaran Kota Surabaya akan menggelar sendiri seremoni acaranya setelah tahun lalu peringatannya menjadi satu dengan Dinas kebakaran Pemprov Jatim.

"Tahun ini kita berdiri sendiri. Pelaksanaannya awal Maret nanti di Taman Surya," jelasnya.

Nantinya, sekitar 100 personel gabungan dari Dinas Kebakaran, Bakesbang Linmas, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya akan ikut ambil bagian dalam dua simulasi pemadamam kebakaran. Pertama yakni simulasi pemadaman kebakaran yang terjadi di daerah pemukiman padat penduduk sehingga tidak memungkinkan mobil pemadam kebakaran untuk bisa menjangkau dari dekat titik kebakaran.  "Untuk simulasi kebakaran di lokasi pemukiman padat penduduk, kita akan pakai teknik dan peralatan yang tidak butuh mobil untuk masuk ke dalam," jelasnya.

Simulai selanjutnya adalah pemadaman kebakaran yang terjadi pada bangunan tinggi seperti Ruko (rumah toko), sekaligus menolong para korban yang terjebak di gedung tersebut. Untuk simulasi ini, Dinas Kebakaran Kota Surabaya mengerahkan mobil Sky Lift. Mobil yang terlihat kokoh dan gagah tersebut ikut dibawa ketika latihan simulasi  di Taman Surya (18/2) kemarin. Personel Dinas Kebakaran berada di tangga mobil yang lantas menjangkau atap bangunan sisi barat Balai Kota Surabaya.

"Mobil Sky Lift ini bisa menjangkau gedung-gedung  tinggi setinggi 55 meter. Kira-kira gedung lantai 10 hingga lantai 12 masih bisa dijangkau. Tentunya ini akan memudahkan personel kita untuk mengevakuasi korban," sambung Chandra.

Selain simulasi pemadaman kebakaran, dalam peringatan Hari Pemadaman Kebakaran awal Maret nanti juga akan digelar apel kesiagaan bencana dengan peragaan peralatan pendukung Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana (PB) Kota Surabaya. Peragaan peralatan pendukung Satlak PB tersebut juga melibatkan personel dari Basarnas dan juga PMI yang akan memperlihatkan kepiawaian mereka dalam penanggulangan bencana.(Topan)