Skip to main content

Kapasitas Penumpang Meningkat, Dishub Surabaya ganti Feeder Wira Wiri Menjadi Bus Suroboyo

SURABAYAIMediabidik.Com - Meningkatnya jumlah penumpang feeder Wira Wiri FD1 rute Tunjungan-Benowo, Dinas Perhubungan (Dishub) kota Surabaya per Sabtu (15/11/2025) kemarin, menganti angkutan feeder Wira Wiri Hi Ace kapasitas 15 orang menjadi Bus Suroboyo medium dengan kapasitas 30 orang. Rencananya feeder Wira Wiri Hi Ace akan dialihkan ke rute baru Karangpilang-TIJ (Terminal Intermoda Joyo boyo) dan saat ini dalam tahap sosialisasi. 

Irwan Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengatakan, yang dioperasikan saat ini ada 17 bis, 16 yang operasional yang satu cadangan. "Rencana nanti wira wiri yang Hi Ace akan digeser ke Karang pilang, rencana rute barunya di Karang pilang - TIJ (Terminal Intermoda Joyo boyo), tapi saat ini masih sosialisasi ke pemilik lyn rute itu. Nanti kalau sudah oke, dioperasikan disitu," terang Irwan kepada media ini, Kamis (20/11/2025). 

Perihal pelaksanaan operasional 17 bis yang jurusan Tunjungan-Benowo, Irwan menjelaskan, untuk operasionalnya kan berjejer jalan terus toh. Dan ngak perlu ngetime lama-lama. Intinya karena peminatnya terlalu tinggi penumpangnya penuh-penuh. Apalagi disaat jam-jam sibuk, "Jadi kapasitasnya dinaikkan, kalau Hi Ace itu kapasitasnya sekitar 15 penumpang, kalau ini (bus, red) kapasitasnya sekitar 30 an, yo nambahi lah daripada kruntel-kruntelan (Berdesakan, red)." paparnya. 

"Karena untuk bis yang 17 unit itu, itung-itungnya sudah klop dan sudah sesuai dengan dimainnya disitu, dan baru operasional Sabtu kemarin," imbuhnya. 

Lebih lanjut dia menyampaikan, terkait rute masih tetap Tunjungan-Benowo karena itu feeder toh, kalau mau lanjut ke Bungurasih nanti di over ke jalur jalan Tunjungan menuju ke selatan, "Untuk tarif tetap sama umum 5000, pelajar 2,500 dan lansia gratis tapi harus menunjukkan KTP atau indentitas lainnya," pungkasnya. (red) 

Teks foto : Bus Suroboyo medium (R5) penganti feeder Hi Ace Wira Wiri FD1. 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...