Skip to main content

Bahas Rencana Kerja dan APBD 2026, Fraksi PKS Sorot Tajam Soal RDF hingga Pendidikan

SURABAYAIMediabidik.Com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menggelar Rapat Paripurna membahas Rancangan Keputusan DPRD tentang Rencana Kerja DPRD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026, Kamis (6/11/2025). Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni itu dinyatakan terbuka untuk umum pukul 14.47 WIB.

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto, 37 anggota dewan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), asisten dan pejabat Pemerintah Kota, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta awak media.

Dalam paripurna tersebut, enam fraksi DPRD menyampaikan pandangan akhirnya secara aklamasi tanpa dibacakan, kecuali Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang membacakan pandangan lengkapnya melalui juru bicara Johari Mustawan.

Dalam pandangannya, Johari menyampaikan sejumlah catatan penting terhadap kebijakan anggaran tahun 2026. Ia menyoroti program Refuse Derived Fuel (RDF) agar pelaksanaannya dilakukan secara cermat supaya tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar. Selain itu, pengadaan tong kompos tersampah di Zona Non Waste (ZNW) juga perlu disertai dengan sosialisasi dan pendampingan agar hasilnya optimal.

Fraksi PKS juga menekankan pentingnya kesinambungan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste to Energy) seperti PLTSa Benowo, agar pengelolaan sampah di Surabaya benar-benar komprehensif.

Dalam bidang perumahan, PKS mengapresiasi peningkatan alokasi anggaran untuk pembangunan rusunami, namun meminta agar pembangunan rusunawa tetap diperhatikan. "Masih banyak warga yang belum mampu membeli hunian dan hanya bisa menyewa. Jumlah warga penghuni rusunawa masih di atas 10 ribu keluarga,"ujarnya.

Terkait pengendalian banjir, Fraksi PKS menilai anggaran Rp1,1 triliun yang disiapkan harus digunakan secara cermat agar genangan tidak lagi terjadi pada musim hujan mendatang. Di sisi lain, PKS juga mengapresiasi peningkatan alokasi anggaran untuk kegiatan kepemudaan di tingkat RW senilai Rp47 miliar agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran.

Bidang pendidikan juga menjadi perhatian serius. Johari mencatat, meskipun porsi anggaran pendidikan mencapai 22,26 persen, yang dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan baru sekitar 17,16 persen. Sisanya tersebar di berbagai dinas lain dan kecamatan. Ia meminta pengawasan ketat agar serapan anggaran benar-benar tepat sasaran sesuai fungsi pendidikan.

Dalam bidang kesehatan, PKS menyoroti masih kurangnya tenaga medis di puskesmas, yakni kekurangan sekitar 50 dokter dan 80 perawat. Fraksi juga mendorong penerapan fleksibilitas pengelolaan keuangan di seluruh RSUD dan puskesmas berstatus BLUD agar mampu berinovasi dalam meningkatkan layanan.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, dalam tanggapannya menjelaskan bahwa seluruh masukan dari fraksi telah dibahas sejak pembahasan awal di komisi-komisi. "Dari hasil final pembahasan, disepakati total anggaran mencapai Rp12,7 triliun," ujarnya.

Sebagai penutup paripurna, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyebut, pembahasan ini menjadi bagian dari upaya dewan untuk memberikan "kado" bagi masyarakat Surabaya dengan pengesahan APBD 2026 yang tepat waktu bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November.

"Harapan kami, APBD 2026 bisa menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi di Surabaya, baik melalui bantalan sosial maupun proyek infrastruktur yang mendorong ekonomi kawasan," kata Fathoni. Ia menambahkan, proyek-proyek seperti pengendalian banjir dan pembangunan jalan lingkar barat diharapkan rampung pada 2027, agar Surabaya siap menjadi pintu gerbang Ibu Kota Nusantara pada 2028.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...