Skip to main content

Terbitnya Perwali No 33 Kota Surabaya Menuai Protes Dari Kalangan Dewan

Mediabidik.com – Terbitnya Perwali Nomor 33 tahun 2020 tentang perubahan atas Perwali Nomor 28 tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada kondisi pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) di kota Surabaya, menuai protes dari kalangan DPRD Surabaya.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi B Mahfudz mengatakan, seharusnya semua rumah hiburan dibuka, namun yang terpenting menerapkan protokol kesehatan secara ketat

"Karena selain pengusaha, disisi lain masyarakat butuh pemasukan, dan kita juga butuh PAD sebenarnya," kata Mahfudz. Rabu (15/07/2020)

Semakin dibatasi warga yang punya usaha, menurut Wakil Ketua Fraksi PKB ini semakin banyak masyarakat yang menganggur, tetapi ia mengaku tidak tahu pertimbangan pemerintah kota (Pemkot) seperti apa terkait Perwali Nomor 33 itu.

"Sebenarnya Perwali No 28 tahun 2020 kemarin sebenarnya sudah bagus," ungkap Mahfudz.

Karena, menurut dia, klasternya bukan dari sana (RHU) bahkan ia pun melihat banyak dari instansi pemerintah. Jadi kalau menurut saya, malah ini (Perwali) membatasi ruang gerak roda perekonomian Surabaya.

"Saya enggak tahulah pertimbangannya pemkot seperti apa," kata Mahfudz.

Hal itu, seakan mengkebiri dunia usaha maupun roda perekonomian Surabaya sehingga ia memastiskan akan terjadi banyak PHK dan penggangguran lagi.

"Apakah bisa enggak pemerintah kota memberikan stimulus atau apalah, lek cuma gawe Perwali tok kan susah nantinya," tutur Mahfudz.

Sementara itu Kabag Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowato mengatakan, Perwali No 33 Tahun 2020 sudah melalui kajian kajian dari pakar kesehatan, namun ia mengaku tidak bisa memberikan penjelasan secara detail.

"Itu rananya Disparta mas bukan saya," kata Ira. ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna.  

Hal ini juga mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengatakan, Perwali itu diharapkan berdasarkan sebuah kajian yang mendalam hasil dari evaluasi.

"Yang jelas kita berharap Perwali tersosialisasi dengan baik," ujar Reni Astuni.

Terkait dampak yang kemungkinan terjadi, kata Bakal Calon Wakil Walikota Surabaya ini, bisa diantisipasi berkaitan dengan pemberlakukan jam malam dan itu harus tersosialisasi dengan baik.

"Karena mau tidak mau, tentu nanti itu berdampak kepada aktifitas warga dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari mungkin mereka berjualan seperti PKL dan sebagainya,' kata Reni.

Jika Perwali tersosialisasi dengan baik, menurut ia, semuanya akan tersampaikan dan semoga ini diharapkan tidak membawa dampak penurunan perekonomian.

"Maksudnya adalah jangan sampai adanya jam malam ada aktifitas ekonomi yang tidak berjalan," kata Reni.

Tetapi disisi lain, fraksi PKS ini menjelaskan, pengawasan di aspek - aspek yang lain kendor, jadi harus semuanya agar supaya jangan sampai di satu sisi ada yang dirugikan tetapi disisi yang lain pengawasan kurang.

"Kalau menurut saya terbitnya Perwali itu sebenarnya yang perlu diperkuat lagi adalah protokol kesehatan, sebenarnya problemnya disitu, terkait dengan penegakan sanksi," papar Reni.

"Itu menurut saya yang lebih diperkuat perlu di evaluasi," imbuh Reni.

Setiap kelurahan, kata Ia, masing masing bisa memprediksi berapa warganya yang masih belum disiplin terkait dengan protokol kesehatan, hal yang paling mudah menurut Reni, adalah menggunakan masker.

"Jadi jangan hanya mengandalkan perubahan Perwali 28 saja, tetapi kita mengkendorkan protokol kesehatan (menggunakan masker-red). " kata Reni.

Karena itu, menurutnya, harus terus melakukan patroli atau pemantauan dari kelurahan dan kecamatan jangan bosan bosan, hal itu, menurut Reni, cara itu yang paling efektif.

"Jangan hanya fokus di jam malam, tetapi pengawasan kendor. Tetapi menurut saya, yang perlu dipekuat itu pengawasan dan jam malam tidak boleh membawa dampak merugikan yang bersifat kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (pan)

Foto : Perwali kota Surabaya nomor 33 tahun 2020.


Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...