Skip to main content

Pemkot Surabaya Siapkan Lahan 40 Ha Untuk Makam di Sumberrejo

SURABAYAIMediabidik.Com - Pesatnya jumlah penduduk yang semakin tahun semakin bertambah serta terbatasnya lahan makam yang ada di wilayah Surabaya barat khususnya di TPU Babat Jerawat kecamatan Pakal Surabaya. Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)Kota Surabaya siapkan lahan makam seluas 40 hektare di wilayah Sumberrejo, dimana lahan tersebut dibeli dari dana kompensasi dari seluruh pengembangan yang ada di wilayah Surabaya Barat. 

Dedi Irianto Kadis DLH kota Surabaya mengatakan, memang ada rencana bapak walikota untuk pengembangan makam di wilayah Surabaya barat khususnya di Sumberrejo. Jadi gini, perkembangan perumahan di wilayah barat itu berkembang pesat, tentunya kebutuhan dari sarana prasarana itu salah satunya kebutuhan makam. 

Kompensasi-kompensasi dari pengembangan itu sudah dikumpulkan yang dulu-dulu itu dipakai untuk malam Babat Jerawat ternyata penuh, "Untuk berikutnya, pengembangan uang kompensasi dari pengembang-pengembang di wilayah Surabaya barat kita sudah belikan aset di wilayah Sumberrejo. Gede sekali kalau gak salah sekitar kurang lebih 40 hektare, cuman kan perlu ada kajian atau apa dan lain sebagainya ini lagi berproses." ujar Kadis DLH kota Surabaya, Jum'at (22/8/2025). 

Saat ditanya berapa jumlah dana kompensasi dari pengembangan yang diterima pemkot Surabaya, Dedi menjelaskan, saya ngak hafal angkanya. Tapi yang jelas kalau diluar gini jangan tanya detail soal angkanya, "Saya tidak tahu." ucap Dedi. 

Masih kata Dedi, itu bukan dana CSR, memang ada kewajiban dari pengembangan itu menyediakan sarana prasarana fasum, salah satunya adalah makam. Cuman kadang-kadang fasum makam ini bisa berupa lahan, bisa berupa uang gitu loh. "Lah, yang uang ini bisa dikumpulkan untuk pembebasan lahan, tetap fungsinya untuk makam. Pengadaan tanah untuk makam." terang Dedi. 

Dia menambahkan, untuk tanahnya sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya dari kompensasi-kompensasi itu. Tapi yang kompensasi untuk makam ya tetap untuk makam. "Karena kompensasi dari pengembangan yang tujuannya untuk makam ya kita harus menuruti, tidak boleh yang lain. Kalau itu untuk makam ya harus untuk makam peruntukannya." tambah Dedi. 

"Kedepannya untuk makam di wilayah Sumberrejo sekitar 40 hektare dan itu untuk makam muslim dan non muslim, karena disitu penduduknya juga banyak." pungkasnya. (red) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...