Skip to main content

Setujui APBD-P 2025, Fraksi PKS Soroti Anggaran UMKM yang Merosot Tajam

SURABAYAIMediabidik.Com– DPRD Kota Surabaya menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025, Jumat (29/8/2025). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni dan dihadiri 36 anggota dewan, Wali Kota Surabaya, Pj Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, BUMD, serta perwakilan Kanwil Perbendaharaan Surabaya II, serta para awak media.

Seluruh fraksi pada dasarnya menyatakan persetujuan terhadap P-APBD 2025. Hampir seluruh fraksi secara bulat memilih menyerahkan nota tertulis kepada pimpinan sidang tanpa dibacakan. Hanya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang membacakan pandangan akhirnya secara langsung melalui juru bicaranya, H. Faris Abidin, S.Pi.

"Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas penjelasan dan jawaban Wali Kota bersama jajaran pemerintah kota. Namun, dalam pembahasan P-APBD 2025 ini ada beberapa catatan penting yang perlu kami sampaikan," ujar Faris Abidin saat membacakan pandangan akhir PKS.

Faris menyoroti penurunan drastis anggaran untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Anggaran UMKM tahun ini hanya Rp15,59 miliar. Jumlah itu sangat jauh dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp3 triliun. Bahkan tambahan Rp3,9 miliar juga dipangkas menjadi Rp1,6 miliar. Meski kecil, kami berharap anggaran ini tetap dapat terserap sepenuhnya,"tegasnya.

PKS juga menekankan pentingnya menjaga program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) agar tidak terpangkas. "Target perbaikan 2.179 unit rumah hingga akhir tahun harus dilaksanakan. Program ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin," jelasnya.

Soal transportasi publik, PKS meminta peningkatan layanan agar antusiasme warga tidak terhambat. "Peningkatan pendapatan retribusi Suroboyo Bus menunjukkan minat warga cukup tinggi. Namun skema buy the service untuk menambah rute dan armada masih belum cukup memadai. Kami mendorong agar pemerintah kota lebih serius memperluas layanan ini," kata Faris.

Ia juga mengapresiasi tambahan anggaran beasiswa Pemuda Tangguh untuk 2.000 mahasiswa dengan nilai Rp23 miliar. "Kami berharap beasiswa ini bisa terserap optimal dan tepat sasaran, sehingga benar-benar meringankan beban mahasiswa Surabaya," tambahnya.

Di sisi lain, persoalan banjir kembali menjadi sorotan. "Anggaran pengendalian banjir memang cukup besar, tetapi harus diiringi inovasi untuk mengatasi sedimentasi di bozem maupun saluran. Tanpa itu, efektivitasnya tidak maksimal,"ujarnya.

Faris juga menyinggung infrastruktur jalan yang mendapatkan alokasi Rp659 miliar, turun dari Rp711 miliar pada APBD murni. "Pembangunan jalan dan pembebasan lahan nilainya besar, tetapi serapan di perangkat daerah masih rendah. Ini harus menjadi perhatian,"ungkapnya.

Selain itu, PKS mendorong optimalisasi peran Kader Surabaya Hebat (KSH) agar sesuai kebutuhan lapangan, serta peningkatan kualitas pelayanan kecamatan dan kelurahan. "Pelayanan di tingkat paling bawah harus benar-benar hadir untuk membantu warga, bukan sekadar formalitas," lanjut Faris.

Terkait pendapatan transfer, PKS menilai capaian yang baru 3,42 persen dari target Rp753 miliar masih sangat rendah. "Pemerintah kota perlu lebih cermat dalam menyusun rencana pendapatan dari dana insentif fiskal, DAU, DAK, maupun dana bagi hasil," katanya.

Sementara untuk sektor kesehatan, tambahan anggaran carryover sebesar Rp73,7 miliar diharapkan bisa memberi dampak nyata. "Tambahan ini harus dibarengi peningkatan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan merata, sehingga dapat menekan angka kesakitan di Surabaya,"imbuh Faris.

Pada akhir pandangannya, PKS menegaskan tetap menyetujui perubahan APBD 2025 dengan sejumlah catatan. "Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Fraksi PKS menyatakan menerima perubahan APBD 2025 dengan catatan sebagaimana kami sampaikan di atas,"pungkasnya.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...