Skip to main content

Undian Nasional Simpeda, Nasabah Bank Jatim Sukses Raih Hadiah Utama Rp 500 Juta 

YOGYAKARTA|Mediabidik.Com - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) kembali sukses menyelenggarakan Undian Tabungan Simpeda Nasional Periode ke-1 Tahun XXXVI-2025 dengan total hadiah sebesar Rp 3 miliar. 

Undian Nasional Tabungan Simpeda tersebut, berlangsung di pelataran Candi Prambahan, pada Kamis (7/8/2025). Dan, dihadiri oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua Umum Asbanda Agus H Widodo, Plt Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman, Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah, Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad, serta jajaran direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia.

Adapun pemenang hadiah utama Undian Simpeda senilai Rp 500 juta kali ini dimenangkan oleh nasabah Bank Jatim. Kemudian, undian Tabungan Simpeda juga mengundi pemenang kedua untuk empat pemenang dengan masing-masing hadiah sebesar Rp 100 juta. Pemenangnya adalah nasabah Bank Jakarta, Bank Lampung, dan Bank Jambi. Sedangkan satu hadiah dikhususkan untuk tuan rumah, yakni nasabah Bank BPD DIY.

Arif menjelaskan, perusahaan sangat bersyukur karena nasabah Bank Jatim lagi-lagi berhasil menjadi pemenang hadiah utama. "Selamat kepada seluruh pemenang. Undian ini adalah bentuk apresiasi untuk meningkatkan loyalitas nasabah. Semoga hadiah yang diterima membawa berkah bagi semuanya," katanya.

Arif juga menerangkan, momentum undian Tabungan Simpeda yang dihadiri seluruh BPD di Indonesia harus dimanfaatkan sebagai kesempatan saling berbagi ilmu dan pengalaman. Selain itu, juga bisa sebagai wadah untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan inovasi layanan keuangan digital di tengah ketatnya persaingan perbankan.
"Tabungan Simpeda merupakan produk yang mempersatukan BPD seluruh Indonesia. Dalam perkembangannya, Simpeda terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ini merupakan bentuk kepercayaan dari masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia," terang Arif.
 
Sementara itu, Agus H Widodo menjelaskan, pada penarikan Undian Tabungan Simpeda Periode ke-1 Tahun XXXVI-2025 di Yogyakarta ini, tercatat jumlah penabung mencapai lebih dari 8,9 juta per akhir Juni 2025. Lalu untuk jumlah saldo tabungannya berada di angka Rp 73 triliun. "Jika dilihat dari penarikan undian Simpeda di Pontianak tahun lalu, dari sisi penabung meningkat 29,74 persen (YoY) atau naik 2 juta lebih penabung dari sebelumnya 6,8 juta penabung. Sedangkan saldo Simpeda meningkat 3,04 persen, naik Rp 2,17 triliun," ujarnya. 

Agus mengakui bahwa BPD yang paling banyak menghimpun dana Tabungan Simpeda dipegang oleh Bank Jatim. Tercatat, hingga Juni 2025, jumlah dana yang terhimpun di Bank Jatim sebesar Rp 16,38 triliun, atau mencapai 22,19 persen dari seluruh Tabungan Simpeda nasional.
"Kami ingin menjadikan Simpeda sebagai produk unggulan yang terus tumbuh, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu bersaing di era digital. Maka dari itu, kami berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan Simpeda agar ke depannya Tabungan Simpeda bisa menjadi pilihan masyarakat Indonesia dalam menabung," tegas Agus.

Dalam kesempatan itu, Asbanda juga mengumumkan tuan rumah penarikan Undian Tabungan Simpeda 2026, yakni Bank Jateng. Rencananya Undian Tabungan Simpeda tersebut berlangsung di Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Februari 2026. (rinto)

Caption: Para pemenang Undian Nasional Simpeda, nasabah Bank Jatim pemenang hadiah utama Rp 500 juta (paling tengah). 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...