Skip to main content

Bank Jatim Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah melalui Transaksi SiPA IDR di ISEF 2026

JAKARTA|Mediabidik.Com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional melalui partisipasinya dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13. 

Salah satu rangkaian kegiatan yang diikuti Bank Jatim adalah Business Deals Ceremony, yang menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kerja sama antarlembaga keuangan syariah.

Pada kegiatan tersebut, Bank Jatim berpartisipasi kerja sama dengan penandatanganan transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah (SiPA) IDR dengan tiga perbankan, yang nilai total transaksinya sebesar Rp450 miliar. Dalam penandatanganan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto, pada Jumat (16/10/2026).

Kerja sama SiPA IDR tersebut meliputi: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebesar Rp300 miliar, PT Bank OCBC NISP Tbk – Unit Usaha Syariah (OCBC Syariah) sebesar Rp50 miliar, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk – Unit Usaha Syariah (CIMB Niaga Syariah) sebesar Rp100 miliar.

Kerja sama transaksi SiPA IDR ini, menjadi bagian dari langkah Bank Jatim dalam memperluas kolaborasi dengan industri perbankan syariah sekaligus mengoptimalkan pengelolaan likuiditas berdasarkan prinsip syariah. Melalui sinergi tersebut, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi transaksi dan pengelolaan dana yang aman, kompetitif, serta sesuai dengan prinsip syariah. 

Wahyu menyampaikan, bahwa partisipasi Bank Jatim dalam ISEF 2026 merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap penguatan industri keuangan syariah di Indonesia. “Partisipasi Bank Jatim dalam Business Deals Ceremony ISEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dengan perbankan syariah. Melalui transaksi SiPA IDR ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen dan ekosistem keuangan syariah nasional, sekaligus memperkuat optimalisasi pengelolaan likuiditas Bank Jatim secara prudent dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia, OCBC Syariah dan CIMB Niaga Syariah mencerminkan komitmen Bank Jatim untuk membangun kolaborasi lintas lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah. Bank Jatim melihat potensi ekonomi syariah yang semakin besar sebagai peluang untuk memperluas produk, layanan, dan kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia usaha.

Melalui keikutsertaan dalam ISEF 2026, Bank Jatim juga terus memperkuat posisinya sebagai regional champion yang tak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional.

Ke depan, Bank Jatim akan terus mendorong berbagai bentuk inovasi dan kolaborasi dengan stakeholders, termasuk industri perbankan syariah, guna menciptakan ekosistem keuangan yang semakin inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. (rinto)

Caption: Bank Jatim berpartisipasi di ISEF ke-13. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...