SURABAYAIMediabidik.Com - Kondisi Pasar Turi Surabaya yang hingga kini masih sepi dan belum beroperasi secara optimal mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Machmud, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memiliki kegelisahan tinggi dan segera mengambil langkah konkret guna membangkitkan kembali ikon perdagangan tersebut.
Machmud menuturkan, Pasar Turi memiliki sejarah panjang dan pernah mengalami kebakaran hingga lima kali. Namun, meskipun gedung baru telah selesai dibangun dengan fasilitas yang modern, kondisi pasar saat ini masih terlihat mangkrak dan minim penghuni.
"Sekilas saya main-main ke sana, fasilitas di dalamnya sangat bagus. Baik lift, eskalator, stan-stan, hingga food court-nya semua bagus. Tapi kenapa tidak jalan dan tidak laku? Semua itu pasti ada kendala yang harus segera diatasi," ujar Machmud.
Ia menilai, permasalahan yang dihadapi Pasar Turi perlu diselesaikan secara menyeluruh, baik dari aspek dunia usaha, penyesuaian tren ekonomi global, maupun persoalan hukum. Jika terdapat kendala hukum atau permasalahan kepemilikan dan ahli waris, Pemkot Surabaya diharapkan dapat duduk bersama dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk merumuskan jalan keluar.
"Kalau dibiarkan terus, korbannya adalah masyarakat dan para pedagang. Pemkot harus memfasilitasi penyelesaiannya, panggil semua aparat hukum dan pihak pengelola untuk cari solusi bersama," tegasnya.
Selain menyelesaikan masalah legalitas dan pengelolaan, Machmud menyoroti pentingnya melakukan mobilisasi pedagang secara murni bukan sekadar keramaian semu yang bersifat sementara.
Di tengah pesatnya perkembangan perdagangan online yang juga berdampak pada penurunan aktivitas di Pasar Pusat Grosir (PAG) di sekitarnya, Pasar Turi dituntut untuk berinovasi. Menurut Machmud, Pasar Turi perlu mengadopsi konsep baru yang dapat menarik minat pengunjung secara langsung.
"Harus ada inovasi mengikuti perkembangan zaman. Jualan tidak hanya mengandalkan barang yang bisa dibeli online, tetapi juga menghadirkan tempat makan, kafe, atau area gathering yang mengharuskan orang datang langsung. Contohnya Surabaya Delta Plaza, dulu sempat sepi tapi sekarang ramai kembali karena ada penyesuaian konsep seperti kafe, restoran, dan tempat nongkrong," jelas Machmud.
Ia juga menyayangkan potensi besar Pasar Turi yang terbuang sia-sia. Padahal, lokasinya sangat strategis, akses jalan sudah diperlebar, infrastruktur penunjang seperti TPS sudah diperbaiki, dan lahan parkir yang tersedia cukup luas.
Komisi B Berencana Panggil Pengelola Pasar Turi
Guna mengurai benang ruwet permasalahan tersebut, Komisi B DPRD Kota Surabaya berencana untuk memanggil pihak pengelola Pasar Turi dalam waktu dekat. Pemanggilan ini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung kendala utama yang dihadapi, baik terkait masalah keuangan, operasional, maupun kendala teknis lainnya.
"Jangan dibiarkan mangkrak di tengah jalan. Komisi B berencana mengundang pengelola Pasar Turi untuk duduk bersama. Berat atau rumitnya masalah pasti ada jalan keluarnya jika semua pihak berkomitmen untuk menyelesaikan," pungkasnya. (red)
