Skip to main content

PDIP Terus Bergerak Memperkuat Konsolidasi antar Kader


SURABAYAIMediabidik.Com
- PDI Perjuangan Kota Surabaya terus bergerak bersama rakyat, memperkuat konsolidasi kader partai berlambang moncong banteng tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Syaifudin Zuhri kepada media usai rapat Fraksi PDIP DPRD Surabaya, Selasa (13/10/2026).

Ia mengatakan, rapat fraksi setiap satu minggu kan ada rapat rutin untuk memperkuat, mempersiapkan apa-apa yang diperlukan dan ini kan biasa di PDIP.

Artinya, kata Syaifuddin Zuhri, konsolidasi terus dilakukan, baik di DPRD Surabaya maupun di DPC. Kan ini waktunya juga melakukan Musanram (Musyawarah Antar Ranting) atau Musran terus Musancab, terus Musrancan (Musyawarah Anak Cabang).

“Semua ikut mensupport untuk mempercepat konsolidasi 5 tahun, dan kita solid satu komando,” ujar Syaifuddin Zuhri.

Ia menkelaskan, pada pemilu 2024 kursi PDIP di DPRD Surabaya sedikit menurun, dan kita akan koreksi kekurangan apa yang selama ini terjadi.

Oleh karenanya, tegas Syaifuddin Zuhri, kita harus optimis untuk bisa memenangkan dan mengembalikan suara partai itu kembali. 

Upayanya, kata, Syaifuddin Zuhri yang biasa disapa Kaji Ipuk menambahkan, terus memperkuat barisan satu komando, koordinasi diperkuat, terus konsolidasi dalam gerakan ke bawah terus dijalin, monitoring dilakukan.

Ditanya PDIP terkenal sering Turba (turun ke bawah) masyarakat, Kaji Ipuk yang juga Ketua DPRD Surabaya ini dengan tegas mengatakan, PDI Perjuangan tidak hanya menyikapi ketika mau pemilu baru turba.

PDI Perjuangan sudah tertempa, jelasnya,  setiap kadernya bergerak terus mendampingi masyarakat, ada urusan sakit, urusan apa saja PDIP selalu hadir di setiap masyarakat. 

“Jadi langkah yang paling konkret adalah bagaimana kita bisa membaca situasi kebatinan masyarakat dan apa yang disenangi masyarakat, itulah langkah konkret dalam hal taktik politik,” pungkasnya.@

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...