Dampak Keterlambatan Pasokan Barang Pelaksanaan Proyek Saluran Jalan Pakal Deviasi Minus 7,48 Persen
SURABAYAIMediabidik.Com – Dampak keterlambatan pasokan barang dari pemenang kontrak payung PT Varia Usaha, pelaksanaan proyek saluran Jalan Raya Pakal mengalami deviasi minus hingga 7,48 persen pada minggu ke-25.
Kondisi tersebut dipicu oleh ketidaksesuaian realisasi pekerjaan yang baru mencapai 16,46 persen dari rencana awal sebesar 21 persen.
Manajer Proyek Media Teknik KSO, Iwan Tri, menjelaskan bahwa permasalahan berawal dari keterlambatan pihak ketiga atau penyedia barang yang melebihi batas waktu dalam kontrak payung. Atas temuan tersebut, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melayangkan surat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk ditindaklanjuti.
"Sekda kemudian memanggil pimpinan PT Varia Usaha untuk meminta paparan penyelesaian proyek. Meski demikian, surat peringatan pertama (SP 1) tetap diluncurkan kepada pemenang kontrak payung," ujar Iwan saat ditemui dilokasi proyek, Kamis (1/10/2026).
Ia menambahkan, meski pihak penyedia telah memaparkan skema penyelesaian, komitmen pelaksanaan di lapangan dinilai belum maksimal. Apabila keterlambatan terus berlanjut hingga dua minggu ke depan, deviasi minus diperkirakan mencapai 10 persen dan berpotensi memicu Show Cause Meeting (SCM).
"Jika kena SCM hingga tiga kali tanpa ada perubahan, sanksi terberat adalah pemutusan kontrak," tegasnya.
Sebagai upaya antisipasi dan pembenahan tata kelola ke depan, pihak Kejaksaan yang melakukan pendampingan menyarankan adanya evaluasi mekanisme kontrak. Diusulkan agar ke depan dilakukan penandatanganan kontrak tiga pihak (tripartit) antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), penyedia jasa pelaksanaan fisik, dan pemenang kontrak payung. "Langkah ini diharapkan dapat memperketat pengawasan serta memangkas alur birokrasi saat terjadi kendala pasokan barang." pungkasnya. (red)
