Skip to main content

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim


BALIKPAPAN|Mediabidik.Com
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan, pada Jumat (9/10/2026). 

Peresmian ini menjadi momentum penting bagi Bank Jatim dalam memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus memperkuat kolaborasi ekonomi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Timur (Kaltim). 

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.

Peresmian Kantor Cabang Balikpapan terasa istimewa, karena dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Bank Jatim di Balikpapan juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap penguatan hubungan ekonomi antardaerah, khususnya dalam mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan konektivitas bisnis.

Winardi menjelaskan, langkah ekspansi ini sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, yakni Misi Dagang Jawa Timur. Melalui kehadiran kantor cabang di Balikpapan, Bank Jatim berharap dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi usaha dan peluang investasi antara pelaku usaha di Jawa Timur dan Kalimantan Timur. “Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi pengembangan jaringan kantor Bank Jatim didasarkan pada potensi ekonominya yang besar, terutama sebagai salah satu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN),” terangnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan dalam materi peresmian, Balikpapan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 10,24% pada 2025, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp169,3 triliun. Potensi tersebut membuka peluang bagi Bank Jatim untuk berkontribusi lebih luas dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dunia usaha, serta pengembangan ekosistem bisnis di Kalimantan Timur.

“Pembukaan Kantor Cabang Balikpapan telah melalui proses dan persiapan yang matang, termasuk memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum diresmikan, kantor cabang ini telah melayani masyarakat melalui tahap soft opening sejak Juni 2026. Dengan peresmian ini, Bank Jatim semakin memperkuat komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha di Balikpapan,” papar Winardi.

Melalui kantor cabang tersebut, Bank Jatim menghadirkan berbagai layanan perbankan yang komprehensif, mulai dari layanan simpanan dan transaksi, pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kredit ritel dan konsumer, layanan nasabah prioritas, hingga layanan perbankan digital melalui JConnect. Ketersediaan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan pelaku usaha. 

Winardi menambahkan, Bank Jatim juga berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Selain memperluas akses layanan perbankan, Bank Jatim turut berkomitmen mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kota Balikpapan. “Upaya ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan daerah, khususnya Bankaltimtara, guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan penggunaan layanan keuangan secara bijak,” tuturnya.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menjadi acuan dalam materi peresmian, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%. Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus berkembang. Namun, peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat tetap menjadi hal yang penting.

Oleh karena itu, Bank Jatim tidak hanya berfokus pada perluasan akses perbankan, tetapi juga ingin mengambil bagian dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan. Dengan demikian, kehadiran Bank Jatim di Balikpapan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Winardi menambahkan, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya di Balikpapan, Bank Jatim berkomitmen untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku. “Dengan diresmikannya Kantor Cabang Balikpapan, Bank Jatim berharap dapat memperkuat sinergi ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur, membuka peluang bisnis yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” tutup Winardi.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan, pembukaan kantor Bank Jatim cabang Balikpapan ini merupakan langkah strategis untuk penguatan sinergi di sektor ekonomi dan bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur.  Langkah ini sekaligus untuk meluaskan jangkauan dan mendekatkan layanan perbankan yang diberikan Bank Jatim.

“Peran Bank Jatim di Balikpapan ini bisa menjadi bagian dari penguatan kerja sama antar dua provinsi dan pada akhirnya akan memberikan penguatan pada ekonomi secara nasional,” kata Gubernur Khofifah dalam sambutannya.

Orang nomor satu di Jatim ini menyampaikan beberapa alasan Bank Jatim membuka kantor cabang di Balikpapan. Antara lain Balikpapan memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas perdagangan dan kegiatan usaha di kawasan Kalimantan yang memiliki potensi ekonomi dan bisnis yang terus berkembang.

Kemudian Balikpapan juga merupakan salah satu kota yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara yang pertumbuhan ekonominya 10 sampai 15 tahun mendatang diprediksi akan tumbuh signifikan. 

Selain itu, alasan lain yang mendasari pembukaan kantor Bank Jatim cabang Balikpapan adalah masukan dan aspirasi dari paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur. “Ini juga merupakan tindak lanjut dari apa yang menjadi inspirasi, masukan, aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan pada saat Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kaltim pada tahun 2024 yang lalu,” sebutnya.

Melihat begitu besarnya potensi Balikpapan dan Kalimantan Timur di sektor ekonomi hijau dan ekonomi biru, Khofifah secara khusus meminta agar ada langkah-langkah komprehensif selanjutnya yang bisa dilakukan oleh Bank Jatim. “Kalau ada potensi-potensi yang bisa kita maksimalkan dalam skala besar seperti yang tadi Bapak Gubernur Kaltim sampaikan rasanya memang butuh konsorsium,” ungkapnya.

“Sebuah konsorsium yang memungkinkan untuk bisa di-handle oleh Bank Jatim dan bank-bank himbara maupun bank swasta lainnya di Kalimantan Timur,” tanbah Khofifah.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar Bank Jatim dapat memberikan layanan bagi UKM di Balikpapan dan Kalimantan Timur untuk membantu agar UKM lokal dapat naik kelas. “Bagaimana penguatan ekonomi dan fasilitasi yang dimungkinkan bisa kita lakukan melalui Bank Jatim untuk mensupport UKM di Balikpapan, niatkan ini bagian dari upaya peningkatan UMKM Kaltim supaya naik kelas, naik kelas ini harus dorong bersama, ditingkatkan bersama disiapkan tangganya secara bersama-sama,” jelasnya. (rinto)

Caption: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo saat meresmikan Kantor Bank Jatim Cabang Balikpapan. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...