SURABAYAIMediabidik.Com - Di tengah masifnya penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat pembayaran non-tunai di berbagai sektor, muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait keberadaan kode QR di sejumlah rombong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagian warga sempat mengira kode tersebut merupakan QRIS untuk melakukan pembayaran transaksi belanja.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Dinkopumindag) Surabaya, Reza Fahreddy menegaskan bahwa kode QR yang terpasang pada rombong-rombong UMKM bukanlah QRIS pembayaran. Kode tersebut merupakan QR Code khusus yang difungsikan untuk mengunduh aplikasi SiBoyo melalui Google Play Store.
"Bentuk yang dibilang QRIS pembayaran itu sebetulnya bukan QRIS pembayaran, tapi QR code untuk download aplikasi SiBoyo," ujar Reza Pahlevi saat memberikan keterangan, Selasa (20/10/2026).
Reza menjelaskan, aplikasi SiBoyo dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam memesan dan membeli produk UMKM secara online langsung dari rumah. Harga barang yang dijual melalui aplikasi dipastikan sama persis dengan harga pembelian langsung di warung atau secara offline tanpa ada biaya tambahan atau mark-up harga.
"Selain itu, sistem pengiriman pesanan dalam aplikasi ini juga dikelola langsung oleh Koperasi Merah Putih. Jika konsumen menghendaki layanan pengantaran, kurir yang bertugas merupakan bagian dari pengelola koperasi tersebut." terang Reza.
Pemasangan kode QR aplikasi SiBoyo ini mulai masif dilakukan sejak akhir Desember 2025. Pada tahap awal peluncurannya, program ini baru menjangkau delapan wilayah di Jawa Timur, termasuk di antaranya kawasan Jajar Tunggal, Kertajaya, Mojo, dan Banyuurip.
Dalam ekosistem pembayarannya, aplikasi ini menggandeng perbankan nasional seperti Bank Mandiri. Pemilihan bank umum ini disesuaikan untuk mendukung kesiapan infrastruktur keuangan para pelaku UMKM. "Pemerintah Kota Surabaya juga telah menyiapkan regulasi pendukung, termasuk skema fasilitas permodalan melalui rekening khusus dengan suku bunga ringan yang efisien bagi pelaku usaha." paparnya.
Lanjut Reza, meski sosialisasi terus digencarkan oleh pihak pengurus kepada masyarakat, diakui masih ada sebagian warga yang keliru memahami fungsi kode tersebut karena mencobanya secara langsung tanpa memindai melalui platform unduhan aplikasi yang tepat.
"Kita mengimbau masyarakat agar tidak salah persepsi dan memanfaatkan aplikasi SiBoyo ini secara optimal untuk mendukung produk-produk UMKM lokal secara digital." pungkasnya. (red)
Teks foto : Sekretaris Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Dinkopumindag) Surabaya, Reza Fahreddy.
