Skip to main content

Bank Jatim Perkuat Sinergi dengan DPD REI Jawa Timur, Percepat Penyaluran Kredit Perumahan


SURABAYA|Mediabidik.Com
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia solusi pembiayaan bagi masyarakat. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Bank Jatim dengan DPD REI Jawa Timur, yang ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 10 developer anggota REI dari komisariat di berbagai wilayah Jawa Timur. 

Kesepakatan PKS tersebut berlangsung di New Life Ballroom, Ciputra World Surabaya, dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arif Wicaksono guna menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Vice President Consumer Bank Jatim Fenty Riscana K dengan Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas. 

Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi Bank Jatim dengan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), khususnya DPD REI Jawa Timur, dalam mendukung pertumbuhan sektor properti dan memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Arif menjelaskan, penandatanganan tersebut menjadi landasan awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan mengembangkan kerja sama bisnis yang lebih konkret. “Melalui kemitraan ini, Bank Jatim telah memperkuat perannya sebagai mitra strategis pengembang perumahan sekaligus penyedia solusi pembiayaan bagi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan pengembang sebagai penyedia hunian dengan calon debitur yang membutuhkan fasilitas pembiayaan, sekaligus mendukung pengembangan bisnis kredit konsumer Bank Jatim,” ucap Arif. 

Tindak lanjut utama kerja sama ini, yakni percepatan realisasi penyaluran kredit perumahan melalui koordinasi antara Bank Jatim, DPD REI Jawa Timur, dan developer mitra. Fokus pengembangan bisnis mencakup: KPR komersial untuk memperluas pembiayaan kepemilikan rumah melalui kerja sama dengan developer anggota REI Jatim, serta KPR Sejahtera FLPP untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan program yang berlaku. Kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemasaran, memperkuat koordinasi developer dengan unit kerja Bank Jatim, serta mempercepat identifikasi calon debitur sampai dengan proses realisasi kredit. 

“Bank Jatim berkomitmen mempercepat penyaluran KPR komersial dan KPR Sejahtera FLPP di seluruh wilayah kerja Bank Jatim. Ke depan, keberhasilan kerja sama diharapkan tercermin dari semakin meluasnya jaringan developer mitra, serta meningkatnya realisasi penyaluran KPR komersial dan KPR Sejahtera FLPP di seluruh wilayah kerja Bank Jatim,” tambah Arif. 

Sementara itu, Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim. “Terima kasih atas kepercayaan Bank Jatim yang sudah berkolaborasi dengan kami dalam mendukung penyaluran KPR komersial dan KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ungkapnya.

Apresiasi tersebut juga diwujudkan dalam pemberian penghargaan spesial kepada Bank Jatim sebagai Pendukung Pembiayaan Perumahan Terbaik. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas kepada Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono.
“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan DPD REI Jawa Timur kepada Bank Jatim. Melalui kolaborasi berkelanjutan, Bank Jatim siap mendukung pertumbuhan industri properti, memperluas akses pembiayaan perumahan, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Jawa Timur,” tutup Arief. (rinto)

Caption: Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas menyerahkan penghargaan spesial kepada Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono, yang merupakan bentuk apresiasi kepada Bank Jatim sebagai Pendukung Pembiayaan Perumahan Terbaik. 

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Walikota Surabaya Jamin Tarif Trem Terjangkau

SURABAYA (Media Bidik) - Rencana proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem di Kota Surabaya semakin memperlihatkan progres signifikan.  Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang reaktivasi jalur kereta api dalam kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9). Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada 28 April lalu. Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, setelah dilakukannya penandatanganan PKS tersebut, pembagian tugas antar instansi menjadi lebih detail. Kemenhub akan melaksanakan pembangunan proyek menggunakan APBN. Lalu PT KAI kebagian tugas menyiapkan lahan untuk depo trem serta pengoperasionalan moda transportasi tersebut...