Mediabidik.com – Meski dalam masa pandemi Covid-19, namun minat masyarakat untuk mengunjungi objek wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih tetap tinggi.
Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar mengatakan, sejak ditutup pada 17 Maret 2020 dan kembali dibuka untuk masyarakat umum pada pertengahan bulan Juli ini, pengunjung KBS sedikit demi sedikit mulai bergerak kembali.
"Ya sudah mulai banyak lagi pengunjung KBS, setelah beberapa bulan tidak beroperasi karena pandemi Covid-19."ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (07/10/20).
Ia menjelaskan, untuk pengunjung saat ini per hari rata-rata 500 orang di hari biasa, mulai Senin sampai Jumat.
Namun, kata Chairul Anwar, saat week end hari Sabtu pengunjung bisa tembus 1.000 orang, dan hari Minggu melonjak tajam sampai 3.000 pengunjung KBS.
"Ini menunjukkan KBS masih menjadi ikon wisata keluarga yang edukatif di Surabaya, padahal masih dalam masa pandemi."tutur Chairil Anwar.
Dirinya menerangkan, selama pandemi, KBS menerapkan Prokes (Protokol Kesehatan) yang sangat ketat, dengan mengikuti standarisasi pemerintah.
Misalnya, terang Chairil Anwar, pembelian tiket secara online, sebelum masuk pengunjung wajib cuci tangan, disemprot disinfektan, pengatur suhu tubuh, dan memakai masker.
Ia menambahkan, ketika pengunjung sudah berada di area dalam KBS, ada petugas yang memonitor dengan tujuan jika pengunjung melalaikan protokol kesehatannya. Contoh, mencopot masker, tidak jaga jarak, dan bergerombol.
Untuk pintuk masuk dan keluar KBS pun, kata Chairil Anwar, kita setting dengan arah yang berbeda, agar tidak terjadi satu penumpukan pengunjung.
"Manajemen KBS sendiri sudah membentuk tim penanganan Covid-19 sendiri."kata Chairil Anwar.
Saat ditanya pendapatan KBS selama pandemi, Chairil Anwar mengatakan, soal pendapatan nanti ada laporan keuangannya sendiri. "Kami belum bisa menyampaikan nya sekarang ini." ungkapnya.(pan)
Foto : Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar.
