Skip to main content

Beredarnya Video Risma Marahi 58 Pelajar SD, SMP Menuai Kritikan Dewan


Mediabidik.com
- Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti merespon video yang menampilkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini nasehati dengan nada marah kepada 58 pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah yang ditangkap aparat kepolisian saat adanya demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Surabaya pada 8 Oktober lalu. 

Politisi PKS tersebut mengkritisi "Saya menyayangkan humas Pemkot yang membiarkan ada rekaman video saat Walikota memarahi anak-anak bahkan membiarkan terpublikasi. Anak-anak akan terluka secara psikologis dan menanggung malu akibat video nya terpublikasikan dan beredar." catatnya. 

Ia menyatakan bahwa memarahi dan menasehati anak memang perlu jika berbuat salah, tetapi caranya harus tepat. "Jangan sampai kita mengekploitir anak-anak ketika berniat melakukan hal yang baik untuk anak." sesalnya. 

Terkait dengan dugaan bahwa anak-anak terlibat dalam demo tersebut, Reni mendapat informasi bahwa dinas terkait telah melakukan konseling dan layanan psikologis bagi anak dan orang tuanya. "Saya kira itu sudah cukup. Data siswa yang terjaring, jelas identitas dan asal sekolahnya. Telah dilakukan pendekatan oleh Dinas Pendidikan kepada siswa dan orangtuanya. Itu sudah cukup." jawabnya. 

Kemudian Reni juga mendapat informasi bahwa sebagian besar anak-anak tersebut niatnya bermain dan berniat nonton. "Tidak terlibat langsung dalam demo. Itu sudah ditindaklanjut dengan pendekatan persuasif, edukatif dan personal." ujarnya. 

Ia menyayangkan jika Walikota memberikan nasehat sebaiknya tidak malah semakin membuat anak-anak tertekan. "Bu Risma bisa jadi plong usai memarahi namun anak-anak bisa saja tertekan. Apalagi ini kemudian direkam dalam bentuk video dan dibiarkan tersebar oleh humas pemkot. Saya berharap pemerintah kota ramah terhadap anak, ramah dalam memperlakukan. Jangan sampai melakukan kegiatan yang niatnya untuk kepedulian bagi anak tetapi justru tidak ramah anak. Melukai anak secara psikologis."  katanya.  

"Sudah banyak program pemkot yang baik untuk anak-anak Surabaya, harusnya makin disempurnakan dengan cara-cara yang ramah anak disituasi apapun," lanjut Reni.

Dari laporan yang masuk, perlu dipilah. Dari 58 anak yang terjaring, mana yang benar-benar mengikuti demo dan mana yang memang hanya ikut menonton atau ikut terjaring karena berada di lokasi sekitaran demo. Pendekatannya seharusnya tidak perlu dipublikasikan. 

Reni memberikan solusi bahwa humas Pemkot cukup buat rilis tidak perlu publikasi video atau membiarkan terpublikasi "Kalau pemerintah kota ingin menunjukkan telah memberikan perhatian pada anak yang mengikuti demo, tidak harus dengan menunjukkan video walikota memarahi anak-anak. kasihan anak-anak yang terlihat disitu, keliatan wajahnya dan nanti dikenali teman-temannya. Orang tuanya juga dikenali. Humas Pemkot cukup melakukan rilis bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan pembinaan dan layanan psikologi. Nasehat walikota ke anak-anak  dapat juga disampaikan melalui rilis yang ramah anak," pungkasnya. (pan) 

Foro : Reni Astuti Wakil Ketua DPRD kota Surabaya 

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K