Mediabidik.com – Konsultan proyek pembangunan jembatan Joyoboyo dinilai Komisi C DPRD kota Surabaya, sampai saat ini tidak mau terbuka (selintutan).
Misalnya, soal adanya tambahan anggaran proyek sebesar Rp702 juta, Komisi C menilai konsultan proyeknya tidak jelas untuk tambahan apa.
Seperti diketahui, jembatan Joyoboyo dibangun dengan APBD Kota Surabaya tahun 2020, dengan anggaran senilai Rp29,8 miliar, dan total panjang jembatan 150 meter.
Anggota Komisi C DPRD kota Surabaya, Buchori Imron mengatakan, kami di Komisi C pernah menanyakan proyek jembatan Joyoboyo ke konsultan proyeknya, bagaimana konsep awal dan design proyek, serta finishingnya bagaimana, tapi konsultan proyeknya sekali lagi jawabannya sangat tidak jelas.
Namun, kata Buchori Imron, Komisi C berharap proyek jembatan Joyoboyo selesai sesuai target yaitu, bulan Desember tahun ini agar bisa dipergunakan oleh masyarakat.
"Jangan sampai lewat tahun anggaran, proyek jembatan Joyoboyo belum juga kelar."tegasnya.
Saat ditanya seberapa urgent Pemkot Surabaya membangun jembatan Joyoboyo, Buchori Imron mengatakan, jembatan tersebut merupakan pintu gerbang yang akan masuk ke kota Surabaya, dan tentunya sangat diharapkan masyarakat agar segera selesai, dan bisa dipergunakan.
Kembali ketika disinggung karena tinggal dua bulan lagi pergantian tahun, apakah bisa Pemkot Surabaya menyelesaikan proyek jembatan Joyoboyo, Ketua DPC PPP kota Surabaya tersebut menjawab, kita harapkan sesuai dengan target jadi tidak terbengkalai lagi proyek-proyek Pemkot Surabaya.
"Kalau bisa ya tetap walikota saat ini yaitu, Bu Risma yang menyelesaikan proyek jembatan Joyoboyo, jangan sampai penerusnya yang menyelesaikan."ungkapnya.(pan)
Foto : Buchori Imron anggota Komisi C DPRD Surabaya.
