Skip to main content

Dianggap Menganggu Estetika Kota, DPRD Surabaya Panggil Pemilik Provider Kabel Optik

SURABAYAIMediabidik.Com - Guna mendukung langkah Pemkot dalam penataan kabel optik yang semakin lama semakin semrawut sehingga menganggu keindahan estetika kota Surabaya. Untuk itu Komisi B DPRD Surabaya memanggil beberapa perusahaan provider dan operator telepon seluler untuk menindaklanjuti penertiban kabel optik di ruang Komisi B, Kamis (30/04/2026).

Anggota Komisi B dari Fraksi PDIP, Baktiono mengatakan, jadi pemerintah kota Surabaya ini akan menertibkan kabel-kabel fiber optik (FO) dan rencana ini sudah lama.

Karena kita ingin penataannya itu seperti di kota-kota negara maju, kata Baktiono, dan Surabaya kita deklarasi sebagai smart city, jadi kota yang hebat, kota yang cerdas jadi semuanya harus diatur secara standarisasi internasional

“Maka kabel-kabel tidak boleh nampak jadi semua ditanam di bawah. Ada tempatnya namanya ducting seperti box culvert, dan itu juga bisa menampung beberapa jenis kabel apapun disitu,” ujarBaktiono.

Ia menjelaskan, kalau saat ini kabel-kabel provider baik operator telepon seluler, internet, dipasang di udara di atas, dan itu sangat mengganggu estetika kota.

Selain estetika kota, sambungnya, juga mengganggu warga masyarakat lain. Dan itu juga bisa merugikan dari pihak yang mempunyai fiber optik itu.

Misalnya, tambah Baktiono, kalau sampai kabelnya terjadi putus akibat  kalau dahulu musim layang-layang itu bisa kena bisa putus, petir, angin kencang, kalau kabel itu bergetar itu juga salurannya pasti akan terganggu.

“Makanya yang paling aman itu  dibawah tanah dan kita menyediakan seperti box covert, dan ada tempat tersendiri, dan itu pemkot bisa menyewakan ke perusahaan provider,” bebernya.

Nah, tegas Baktiono, terkait panggilan ini karena mereka provider banyak yang menunggak bayar ke pemkot Surabaya.

Oleh karena itu, terang Baktiono, kita harapkan sama-sama bekerjasama dengan baik BUMN atau swasta yang menggunakan kabel-kabel fiber optik tadi bisa membayar tepat waktu.

Karena, ungkap Baktiono, mereka (provider) pun itu menggunakan sistem digital. Kalau sekarang misalnya saja internet kita tidak dibayar otomatis mati, nah di pemerintah kota belum ada sistem seperti itu.

Misalnya kalau sewa lahan, sewa tempat tadi baik di udara maupun di bawah tanah terus bayarnya telat mati sendiri itu belum ada.

“Makanya sistem-sistem ini pun karena kita sudah declare smart city, itu pun harus dipikirkan oleh pemerintah kota,” pungkasnya. (red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah