Ads (728x90)

Mediabidik.com - Takut terpapar virus Covid-19, puluhan warga perumahan Pondok Benowo Indah (PBI) kelurahan Babat Jerawat, kecamatan Pakal Surabaya ramai-ramai tolak pengunaan Rusunawa Sememi (Rusun PBI) sebagai tempat isolasi bagi pasien penderita Covid-19.

Pasalnya, tempat isolasi pasien Covid-19 terlalu dekat dengan pemukiman warga dan hanya berjarak 10 meter dengan pemukiman warga.

Sutrisno Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Keluharan (LPMK) kelurahan Babat Jerawat mengatakan, ditolak, karena masyarakat resah dan takut sekali. 

"Semua RT, RW dan warga kelurahan Babat Jerawat semua menolak," ucap Sutrisno, kepada BIDIK, Sabtu (4/4/20).

Dia menambahkan, karena jaraknya terlalu dekat dengan warga hanya berjarak 10 meter dengan pemukiman.

"Terlalu dekat dengan warga hanya 10 meter, walaupun dokter bilanh tidak apa-apa. Tapi warga, masak paham, tahunya takut-takut," terangnya.

Masih kata pak Tres (sapaan akrab Sutrisno) menjelaskan, langkah selanjutnya kita akan hearing dengan dewan.

"Ini nunggu surat penolakan dari warga, tanda tangan RW sudah semua. Tinggal ngantarkan saja, jadi anggota dewan sama bu Risma," ungkapnya.

Lebih lanjut Sutrisno menegaskan, seandainya pemkot memaksakan, semua warga, RT, RW akan demo. 

"Seluruh warga, RT, RW akan demo, karena ketakutan," tegasnya.

Diwaktu yang sama Iwan Acmadi Plt lurah Babat Jerawat saat dikonfirmasi soal penolakan warga mengatakan, kapan hari ada rapat di kelurahan Babat Jerawat dan yang mimpin pak Camat, karena ada perintah dari pimpinan (Walikota, red).

"Untuk menempatkan, penderita yang terpapar Covid-19 disitu. Intinya orang yang terpapar virus Covid-19," ucapnya.

Masih menurut Iwan menambahkan, dari hasil rapat tersebut, warga menolak sesuai spanduk yang terpasang dipintu masuk perumahan PBI. 

"Semua warga menolak, dari RW 07 sampai RW 14," terangnya.

Untuk rencana pengunaan rusun sebagai tempat isolasi, dia menjelaskan, kalau bisa secepatnya, ngak tau waktunya kapan. Tapi kalau ada penolakan dari warga, tidak tau lagi.

"Barangkali ditempatkan ditempat lain, saya ngak tau lagi." ujarnya.

Saat ditanya berapa jumlah pasien Covid-19 yang akan ditempatkan di Rusun PBI, dia mengatakan, kalau dia tidak tau jumlahnya berapa. "Ngak tau jumlahnya berapa." pungkasnya. (pan)

Foto : Spanduk penolakan warga yang dipasang di pintu masuk perumahan PBI Surabaya.

Post a comment