Skip to main content

Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata

YOGYAKARTA|Mediabidik.Com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan kerja sama dengan PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) untuk menghadirkan layanan premium berbasis kenyamanan dan pengalaman perjalanan berkelas. 

Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo dan Direktur Komersial KAI Wisata Hetty Herawati, yang digelar  di VIP Room Stasiun Yogyakarta, pada Jumat (30/1/2026). 

Tonny menjelaskan, kerja sama ini menghadirkan akses eksklusif Luxury Lounge KAI Wisata bagi Nasabah Prioritas Bank Jatim sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang mengutamakan kenyamanan, privasi, serta pelayanan personal dalam perjalanan. 

Adapun fasilitas Luxury Lounge yang bisa digunakan nasabah prioritas Bank Jatim tersebar di banyak stasiun. Antara lain Stasiun Gambir (Jakarta), Stasiun Bekasi, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang.

"Melalui kolaborasi ini, nasabah prioritas Bank Jatim dapat menikmati berbagai fasilitas unggulan Luxury Lounge KAI Wisata, seperti ruang tunggu eksklusif dengan suasana nyaman, layanan makanan dan minuman premium, pelayanan personal, hingga fasilitas pendukung seperti WiFi dan Smart TV," papar Tonny.

Menurutnya, sinergitas tersebut juga sejalan dengan strategi Bank Jatim dalam memperkuat layanan bagi segmen nasabah prioritas. Diharapkan dengan kerja sama ini dapat memberikan peluang bisnis bagi kedua belah pihak. "Tak dipungkiri, bahwa kami senantiasa mencermati perkembangan bisnis di industri kereta api. Maka dari itu, Bank Jatim optimis kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan KAI, akan semakin berkontribusi meningkatkan pertumbuhan bisnis Bank Jatim di masa depan. Semoga dengan kerja sama ini, nasabah dapat merasakan kenyamanan dan nilai tambah dalam setiap perjalanan," ungkap Tonny.

Hetty Herawati juga menuturkan, KAI Wisata akan terus berinovasi menghadirkan layanan premium yang tak hanya nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang bernilai. "Kerja sama dengan Bank Jatim ini, menjadi bagian dari upaya KAI Wisata menghadirkan ekosistem layanan yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan segmen pelanggan prioritas. Kolaborasi ini merupakan langkah strategis KAI Wisata dalam memperluas layanan hospitality transportasi berbasis kemitraan," tuturnya.

Hetty menambahkan, Luxury Lounge merupakan salah satu layanan unggulan KAI Wisata dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. "Luxury Lounge menjadi wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan hospitality transportasi yang semakin berkualitas. Melalui sinergi bersama Bank Jatim kami berharap dapat memberikan manfaat lebih serta pengalaman perjalanan yang semakin istimewa bagi Nasabah Priority," tegasnya.

Sinergi ini juga diyakini dapat menjadi langkah awal pengembangan layanan premium berbasis sinergi lintas sektor. "Kami optimistis melalui kerja sama ini  KAI Wisata dan Bank Jatim dapat terus menghadirkan inovasi layanan yang memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman, eksklusif, dan bernilai bagi masyarakat," tutup Hetty. (rinto)

Caption: Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo dan Direktur Komersial KAI Wisata Hetty Herawati memperlihatkan dokumen perjanjian kerja sama usai ditandatangani (atas). Kerja sama ini menghadirkan akses eksklusif Luxury Lounge KAI Wisata bagi Nasabah Prioritas Bank Jatim sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan (bawah). 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...