Skip to main content

Ketua DPRD Surabaya Jalani Perawatan Medis di Jakarta Tugas dan Fungsi Lembaga Berjalan Normal

SURABAYAIMediabidik.Com - Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono menjalani perawatan dan pengobatan di sebuah rumah sakit di Jakarta. Adi, sapaan akrab politisi PDIP tersebut sebelumnya dikabarkan sakit sehingga butuh penanganan medis secara  intensif oleh tim dokter yang menangani.

Sekretaris DPRD Kota Surabaya,  Ir Musdiq Ali Suhudi MT membenarkan bahwa Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta.  Menurutnya, selain ditangani tim dokter, yang bersangkutkan juga didampingi pihak keluarga.

''Ini sekaligus menjawab pertanyaan sejumlah masyarakat dan kawan-kawan media mengenai kondisi Ketua DPRD Surabaya,'' ujar Musdik dalam siaran pers, Senin (9/2/2026).

Dia menjelaskan, kondisi kesehatan Ketua DPRD Kota Surabaya memerlukan istirahat total serta ruang privasi yang cukup agar proses pemulihan bisa berjalan lancar dan sehat seperti sediakala. Untuk itu, lanjutnya, dia berharap masyarakat dan kawan-kawan media paham mengenai kondisi ini.

''Dengan hormat kami memohon pengertian semua pihak untuk sementara waktu tidak melakukan kunjungan atau penjengukan, agar proses pemulihan dapat berjalan optimal,'' ujarnya.

Sementara mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan di DPRD Surabaya, dirinya memastikan semua berjalan normal sebagaimanya mestinya.

''Sekretariat DPRD Kota Surabaya memastikan bahwa seluruh agenda dan tugas pimpinan DPRD tetap berjalan sebagaimana mestinya,'' ujarnya.

Musdik menegaskan, pelaksanaan tugas-tugas pimpinan dewan sementara waktu dilaksanakan oleh para Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sesuai dengan ketentuan dan tata tertib yang berlaku, hingga Ketua DPRD dinyatakan pulih dan dapat kembali menjalankan tugas.

''Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar Ketua DPRD Kota Surabaya diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan, sehingga dapat kembali beraktivitas dan mengemban amanah sebagaimana mestinya,'' harapnya.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...