Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya berencana merenovasi Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran tahun ini. Proyek senilai Rp 24 miliar tersebut mencakup dua zona pengembangan, yakni Kenjeran Selatan dan Kenjeran Utara, dengan pendekatan teknis yang berbeda di masing-masing kawasan.
Mengubah Wajah Pantai Kenjeran yang Berlumpur, Selama ini kawasan pantai Kenjeran dikenal dengan kondisinya yang berlumpur, kotor, dan keruh, jauh dari kesan destinasi wisata yang nyaman. Melalui program renovasi ini, DPRKPP Kota Surabaya menargetkan transformasi kawasan pesisir tersebut menjadi ruang publik yang estetis, aman dari erosi, sekaligus layak dijadikan tujuan wisata keluarga maupun wisata air.
Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Harindrayana, menjelaskan bahwa proyek ini terbagi menjadi dua paket dalam satu anggaran terpadu, dengan karakteristik pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing zona.
Beach Nourishment di Kenjeran Selatan
pengembangan menggunakan metode beach nourishment atau pengisian pasir pantai, yakni pendekatan rekayasa lunak (soft engineering) untuk mengatasi abrasi dengan menambahkan pasir dari sumber luar ke area pantai yang terkikis. Metode ini bertujuan memperlebar pantai, meredam energi gelombang, melindungi infrastruktur darat dari ancaman banjir dan badai, serta menjaga estetika lingkungan pesisir.
"Yang selatan itu namanya beach nourishment. Seperti pengelolaan pantai dekat Jembatan Suroboyo, sisi dalamnya kita rehab. Di situ kita adakan hamparan pasir putih sekitar 70 meter dari garis pantai," ujar Harindrayana kepada Mediabidik.Com, Kamis (26/2/2026).
Pasir putih yang akan digunakan rencananya didatangkan dari Tuban menggunakan tambang yang telah berizin dan resmi. Total luas area yang akan dibenahi mencapai sekitar dua hektar dengan kedalaman pengisian dua meter. Dengan pengisian ini, kawasan pantai diharapkan menjadi destinasi yang nyaman, terutama bagi anak-anak yang ingin bermain pasir.
Selain pengisian pasir, di bawah Jembatan Suroboyo juga akan dipasang breakwater berupa pondasi bronjong yang diisi batu kali di sepanjang bawah jembatan suroboyo. Struktur ini berfungsi sebagai penahanan arus sekaligus mitigasi erosi yang disebabkan oleh abrasi air laut.
"Bronjong tadi sifatnya untuk mitigasi bencana dari erosi air laut. Kita dengan cepat mencegah dengan memberi bronjong,"terang Harindrayana.
Anggaran untuk Kenjeran Selatan dialokasikan sebesar Rp 19 miliar.
Trestle Melengkung di Kenjeran Utara
Berbeda dengan zona selatan, pengembangan Kenjeran Utara berfokus pada pembangunan trestle, struktur menyerupai dermaga kecil yang menjorok ke laut sepanjang kurang lebih 300 meter dengan posisi melengkung. Konstruksi ini dibangun di atas tiang pancang dengan lapisan pelat beton di atasnya, berukuran cukup untuk dilalui satu mobil dan dirancang tahan terhadap kondisi lingkungan lepas pantai.
"semacam konstruksi jembatan tapi tidak lebar. Dan pengembangannya bisa untuk jet ski atau wisata air,"jelas Harindrayana.
Ke depan, trestle ini diharapkan menjadi daya tarik baru kawasan wisata Kenjeran Utara, membuka peluang pengembangan aktivitas wisata bahari seperti jet ski dan wahana air lainnya. Sedangkan anggaran untuk Kenjeran Utara ditetapkan sebesar Rp 5 miliar. Kompleksitas Konstruksi Lepas Pantai.
Meski tergolong proyek berskala besar, Harindrayana menilai tingkat kompleksitas pekerjaan konstruksi ini relatif terkelola bila dibandingkan dengan proyek bangunan gedung seperti rumah sakit. Bila diilustrasikan, metode kerja yang diterapkan cukup sistematis: pemasangan tiang pancang sebagai pondasi, pemasangan pelat beton di atasnya sebagai struktur atas, serta pemasangan bronjong yang metode kerjanya relatif serupa di kedua zona.
"Ini besar di volume materialnya, bukan di item pekerjaannya. Kompleksitas pekerjaan dalam hal konstruksi lepas pantai, bila diilustrasikan, kita pasang tiang pancang, di atasnya dikasih pelat beton, dan bronjongnya relatif sama metode kerjanya," katanya.
Tahap Lelang, Selesai Tahun Ini
Saat ini proyek sudah memasuki tahap lelang dan ditargetkan rampung pada Mei tahun 2026. Untuk sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga nelayan di sekitar kawasan, DPRKPP Kota Surabaya bekerja sama dengan Dinas Pertanian serta Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Surabaya.
"Total anggaran keseluruhan proyek renovasi THP Kenjeran mencapai Rp 24 miliar, terdiri dari Rp 19 miliar untuk zona selatan dan Rp 5 miliar untuk zona utara, dalam satu paket pekerjaan yang terintegrasi." pungkasnya. (red)
Comments
Post a Comment