Skip to main content

Komisi B Nilai Pedagang Pasar Keputran Selatan Jadi Korban Kebijakan Keliru

SURABAYAIMediabidik.Com– Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mochammad Mahmud, menyoroti berlarut-larutnya proses pembangunan Pasar Keputran Selatan yang hingga kini belum juga memiliki kontraktor pemenang lelang. Ia meminta Pemerintah Kota Surabaya segera mengambil langkah konkret agar para pedagang tidak terus menjadi korban kebijakan yang dinilai keliru.

Mahmud menyampaikan, pihaknya akan kembali memanggil jajaran terkait hingga akhir Februari untuk meminta kepastian progres proyek tersebut. Menurutnya, jika hingga batas waktu itu tetap tidak ada pemenang lelang, maka harus segera dicarikan solusi alternatif. "Pedagang sudah terlanjur terdampak. Jangan sampai mereka terus menanggung beban tanpa kejelasan," ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, pembongkaran pasar yang telah dilakukan sebelumnya membuat para pedagang harus keluar dan menempati bangunan penampungan sementara (BPS). Namun kondisi di lokasi sementara itu sepi pembeli, sehingga banyak pedagang terpaksa meluber berjualan ke badan jalan. Ketika ditertibkan, mereka kembali masuk ke TPS, tetapi tetap tanpa pembeli. Situasi tersebut, kata Mahmud, membuat penderitaan pedagang terus berlangsung.

Apalagi saat ini memasuki bulan puasa, momentum yang biasanya menjadi harapan pedagang untuk meningkatkan pendapatan. "Mestinya ini jadi masa panen bagi mereka. Tapi karena kondisi seperti ini, justru penghasilan mereka menurun drastis," katanya.

Mahmud juga menyoroti kebijakan pengelolaan anggaran oleh PD Pasar Surya. Ia menyebut, dana TPS sebesar Rp11 miliar yang semula menjadi bagian dari skema pembangunan justru dialihkan untuk membangun fasilitas lain.

Dampaknya, nilai proyek yang ditawarkan kepada investor atau kontraktor menjadi berkurang menjadi sekitar Rp8-9 miliar, sehingga dinilai kurang menarik bagi peminat lelang.

"Hanya karena pengumuman lelang tidak ada peminat, lalu tidak ada langkah percepatan. Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau nilai proyeknya tetap utuh, mungkin masih ada satu-dua yang berminat," tegasnya.

Ia juga menanggapi soal Direktur Pembinaan Perdagangan yang saat ini tengah menjalani proses hukum di Kejaksaan. Menurutnya, kondisi tersebut sedikit banyak dapat memengaruhi fokus dan kinerja institusi. Meski demikian, Mahmud menekankan bahwa lembaga tetap harus berjalan dan memastikan pelayanan publik tidak terganggu.

"Kalau ini tidak segera dibangun dan dibiarkan berlarut, dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial dan kebijakan. Ini bisa menjadi masalah baru yang lebih besar," tandasnya.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...