Skip to main content

Meriahkan HPN 2026, Seksi Wartawan Surabaya PWI Jatim Gelar Turnamen Minisoccer

SURABAYAIMediabidik.Com - Guna memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, PWI Jatim melalui Seksi Wartawan Surabaya menggelar Turnamen Minisoccer yang akan berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan. Sejumlah tim dari PWI daerah siap berpartisipasi pada turnamen yang baru pertama kali digelar tersebut.

Ketua Seksi Wartawan Surabaya, Inyong Maulana mengatakan, turnamen digelar selain untuk memeriahakan HPN 2026, juga membudayakan hidup sehat bagi para jurnalis. Tak hanya itu, Turnamen Minisoccer juga menjadi ajang silaturahim antarjurnalis.

Menurutnya, gelaran turnamen ini merupakan amanat Ketua PWI Jatim, Luthfil Hakim dimana jurnalis mesti memperbanyak kegiatan agar jejaring dan naluri dan kepekaan jurnalistiknya bisa terus diasah.

''Alhamdulillah baru kali ini bisa kita laksanakan. Mudah-mudahan ini menjadi embrio pelaksanaan turnamen-turnamen lain yang digelar PWI di sejumlah daerah,'' ujarnya, Rabu (11/2/2029).

Inyong Maulana yang juga Ketua Pokja Wartawan DPRD Surabaya ini mengatakan, pihaknya mendukung penuh rencana Seksi Wartawan Olahraga (PWI) Jatim yang sebelumnya menggagas Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwarda) sebagai persiapan pelaksanaan untuk Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). ''Ini sebagai pembuka, mungkin cabor lain yang dilombakan bisa digelar jaringan PWI di seluruh Jawa Timur,'' harapnya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Minisoccer Piala PWI Jatim, Bahrul Marzuki mengatakan, sampai saat ini sudah ada 8 tim yang siap berlaga dalam turnamen tersebut. Delapan tim tersebut masing-masing PWI Pasuruan, PWI Sidoarjo, PWI Malang Raya, Seksi Wartawan Surabaya PWI Jatim, Jurnalis Dewan Surabaya (Judes FC), Wartawan Asli (Waras FC), dan Pokja Wartawan Polda Jatim.

Menurutnya, masih ada satu slot peserta yang belum terisi sehingga bagi PWI daerah yang berniat ikut andil bisa langsung menghubungi Panpel. ''Semangatnya adanya silaturahim dan kebersamaan, kita tahu saat ini minisoccer sedang booming, ada kemungkinan bisa dilombakan pada Porwanas mendatang,'' ujarnya.

Dengan komposisi pemain yang hanya 7 orang dalam satu tim ditambah cadangan, lanjutnya, tidak sulit untuk menemukan bibit-bibit pemain dari kalangan waratwan. ''Insya Allah ini menjadi cikal bakal gelaran-gelaran turnamen lainya di daerah yang digelar wartawan,'' katanya.

Sementara  Tim Verifikasi Pemain, Zaini menyebut sebagai langkah awal verifikasi pemain tidak terlalu ketat. Ini karena semangat yang diusung adalah silaturahim sehingga rasa saling percaya sesame jurnalis yang dikedepankan. ''Kita ini sadar bukan atlet, hanya senang olahraga, maka dari itu silaturahim, guyub rukun menjadi dasarnya. Syukur-syukur ada talenta-talenta terutama wartawan muda yang bisa dikembangkan,'' katanya.
Sebelumnya dia berharap banyak jurnalis yang akan ikut ambil bagian. Namun, ujarnya, panpek memaklumi mengingat kesibukan para wartawan. Rencananya, kata dia, Technical Meeting akan digelar pada Kamis (12/2/2026) di Pressroom Pokja Jurnalis DPRD Surabaya. 

"TM bakal digelar secara daring, bagi kawan-kawan yang bisa merapat langsung silakan," katanya.

Sekretaris Panpel Turnamen Minisoccer Piala PWI Jatim, Eko Widodo menambahkan, lokasi kegiatan sengaja digelar di Pandaan guna memudahkan pergerakan peserta yang ikut berpartisipasi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PWI Pasuruan dan berharap turnamen berjalan dengan lancar.

''Kalau jurnalis sehat Insya Allah menghasilkan karya-karya positif, ini selaras dengan tema HPN Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Gass...,'' kata Wakil Ketua Seksi Wartawan Surabaya PWI Jatim tersebut.(red)


Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...