Skip to main content

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza Resmi Dibuka

SURABAYA|Mediabidik.Com - JConnect Ramadan Vaganza 2026 yang digelar di Taman Surya Balai Kota Surabaya, secara resmi dibuka oleh Direktur Utama Suara Surabaya Verry Firmansyah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surabaya Syamsul Hariadi, serta Vice President Dana dan Jasa Bank Jatim Yetty Fitria S, pada Rabu (25/2/2026). 

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), Pemerintah Kota Surabaya, dan Suara Surabaya.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, JConnect Ramadan Vaganza 2026 merupakan kegiatan tahunan di Kota Surabaya yang menghadirkan rangkaian aktivitas spiritual, rekreasi ngabuburit, serta pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Kegiatan ini dapat menjadi ruang interaksi masyarakat yang inklusif dan sekaligus mendorong penguatan potensi lokal Surabaya selama momentum bulan suci. "Melalui kolaborasi antara Bank Jatim, Suara Surabaya, dan Pemerintah Kota Surabaya, kami berharap semoga kegiatan ini mampu menciptakan sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam menyemarakkan bulan Ramadan secara tertib, aman, dan produktif," ujarnya.

Winardi menambahkan, JConnect Ramadan Vaganza 2026 juga dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendorong penggunaan QRIS. Sebab, seluruh transaksi pembelian di area bazar dilakukan menggunakan QRIS Bank Jatim sebagai bagian dari program Racing Merchant QRIS. Selain itu, lanjut Winardi, kehadiran Bank Jatim dalam event ini juga bermanfaat untuk melakukan literasi dan inklusi keuangan terhadap masyarakat. 

"Di sini kami sebagai pendukung agar UMKM yang berpartisipasi dalam event ini dapat memperoleh wadah untuk berkreasi dan mengembangkan usahanya dengan jauh lebih baik. Dan tentu saja dengan hadirnya event ini, memiliki banyak manfaat bisnis bagi kami. Antara lain dapat menambah NOA baru, e-channel baru, maupun kelolaan merchant QRIS baru. Selain itu, juga bisa meningkatkan volume dan nominal transaksi QRIS Bank Jatim, dikarenakan event ini menargetkan seribu pengunjung per harinya," paparnya.

Sementara itu, Syamsul Hariadi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menggerakkan roda ekonomi kota. Menurutnya, sinergi ini bukan sekadar publikasi, tapi membangun optimisme dan menghadirkan ruang positif bagi masyarakat. "Kita ingin UMKM Surabaya naik kelas dan produk lokal semakin dikenal. Pemkot Surabaya berkomitmen akan terus hadir dan mendukung gerakan kolaboratif yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Syamsul berharap JConnect Ramadan Vaganza 2026 bisa berdampak nyata dalam segi ekonomi bagi UMKM di Kota Surabaya. "Bazar Ramadan juga bisa menjadi pilihan warga untuk mengisi waktu menjelang buka puasa. Kami berharap lewat kegiatan ini, roda ekonomi UMKM terus meningkat," pungkasnya.

Adapun kegiatan yang melibatkan lebih dari 100 tenant itu, berlangsung mulai 25 Februari hingga 1 Maret 2026. Selain aspek fungsional, kegiatan ini juga menawarkan pengalaman baru melalui kehadiran wahana balon udara di Balai Kota untuk pertama kalinya.  

Sebagai magnet utama bagi pengunjung yang memanfaatkan layanan maupun berbelanja, panitia telah menyiapkan hadiah utama berupa undian umroh untuk satu pemenang, serta hadiah elektronik seperti smartwatch dan earphone dengan pajak ditanggung sepenuhnya oleh pemenang.

Untuk mendapatkan grand priza umroh, pengunjung juga dapat menukarkan struk belanja minimal Rp 25.000 untuk satu kupon, atau melalui skema Stamp Challenge Bank Jatim. ​Melalui challenge ini, warga cukup membuka rekening, aktivasi aplikasi JConnect, dan belanja minimal Rp 200.000 untuk langsung mendapatkan 25 kupon undian. (rinto)

Caption: JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Taman Surya Balai Kota Surabaya. 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...