Skip to main content

Tingkatkan Ekonomi Kreatif di Segmen Gen Z, Pemkot Surabaya Alokasikan Anggaran Rp 5 juta per RW

SURABAYAIMediabidik.Com - Ditengah pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya sebesar 5,4 persen lebih tinggi dari nasional, Pemerintah Kota Surabaya tahun 2026 akan meningkatkan ekonomi kreatif di segmen Gen Z (anak muda).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, konsen Walikota Surabaya Gen Z cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan dialokasikannya anggaran untuk kegiatan Gen Z sebesar Rp5 juta per RW.

"Untuk Gen Z kami fokusnya adalah ke ekonomi kreatif. Jadi membentuk pelatihan-pelatihan wirausaha baru, kemudian bagaimana pendampingan UMKM nya,"ujar Irvan Wahyudrajad di Surabaya, Sabtu (10/01/2026).

Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif dengan melahirkan wirausaha-wirausaha baru agar Gen Z memiliki skil menciptakan kemandirian ekonomi dengan wirausaha.

Jadi, kata Irvan, Gen Z tidak melulu memikirkan bekerja disektor formal maupun menjadi ASN, melainkan memiliki kemampuan peluang ekonomi yang dapat mengkontribusi pertumbuhan ekonomi kota Surabaya.

"Kita arahnya adalah bagaimana mencetak banyak pelaku-pelaku ekonomi kreatif, dan ini difasilitasi dengan mengalokasikan anggaran Rp5 juta per RW,"terang Irvan.

Dirinya  menargetkan tahun 2026 Kota Surabaya sebagai kota kreatif dari Kemenkraf (Kementerian Ekonomi Kreatif). Dan kita mungkin targetnya di tahun depan bisa mewujudkan Surabaya sebagai City of Gastronomy.

Kota Gastronomi, terang Irvan, merupakan jaringan kota kreatif UNESCO dimana Kota Gastronomi adalah sebuah kota yang memiliki keunggulan dalam gastronomi (sajian makanan dan minuman) yang berkembang pesat, menjadikannya sebagai ciri khas identitas, sejarah, dan budaya kota tersebut.

Irvan menerangkan, untuk anggaran pengembangan Gen Z di setiap RW sampai saat ini sudah banyak proposal yang masuk ke Kecamatan-Kecamatan. Itu yang nanti akan kita siapkan pemuda-pemuda di kampung-kampung .

"Gen Z disetiap kampung atau RW tentu dalam mengembangkan ekonomi kreatifnya tentu mempunyai passion atau keinginan masing-masing berbeda, tentu kita akan dampingi itu,"terang Irvan.

Pendampingannya seperti apa, sambung Irvan, terkait kewirausahaan ya kita dampingi promosinya, pemasaran produknya. Itu yang pemerintah kota Surabaya yang bisa kita lakukan.

Lebih lanjut Irvan mengatakan, ekosistemnya untuk kewirausahaan di Surabaya sudah ada seperti e-Peken yaitu, aplikasi belanja online milik Pemkot Surabaya. 

Jadi, para Gen Z yang sudah memiliki produk usaha salah satunya kita bantu pemasarannya melalui aplikasi e-Peken dimana ada 4.500 UMKM yang tersedia di e-Peken.

"Semua sudah jalan, tinggal bagaimana pemberdayaan SDM nya. Bagaimana mereka para Gen Z bisa bersaing konsisten kemudian kreatif tidak berhenti bikin kue misalnya, itu seperti itu aja gitu kan, itu butuh kreativitas,"pungkas Irvan. (red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah