Skip to main content

Tak Mampu Selesaikan Pekerjaan, Pemkot Surabaya Black list CV SJU Baru dan CV Reno Abadi

SURABAYAIMediabidik.Com - Dua kontraktor proyek pembangunan Puskesmas Manukan Kulon dan pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi diputus kontrak, bahkan di back list oleh Pemkot Surabaya karena tidak mampu melanjutkan pembangunan.

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa, dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya, Ali Murtadlo menerangkan, jadi tahun 2025 itu kan ada dua proyek yaitu, pembangunan gedung SMP Tambak Wedi dan Puskesmas Manukan Kulon, ternyata sampai akhir tahun progresnya tidak sampai 100 persen, sehingga terjadi putus kontrak.

Ali menerangkan, kontraktor yang  pertama itu kontraktor yang untuk SMP ini CV SJU Baru beralamat di Puri Surya Jaya Sidoarjo. Dan kemudian yang satunya yang pembangunan Puskesmas Manukan Kulon, tu CV Reno Abadi, itu beralamat di Jl. Danau Bratan Timur  H5 J27 Kota Malang.

Sementara anggaran untuk pembangunan SMP Tambak Wedi sebesar Rp8 miliar baru dibangun 37% dengan dana yang dikeluarkan Rp2 miliar, jadi ada tersisa Rp6 miliar yang nanti untuk membangun kembali.

"Dan Puskesmas Manukan Kulon itu Rp3,1 miliar ya. Jadi pertama Rp4,3 miliar tapi kontraktornya sanggup Rp3,1 miliar dan hanya berhasil menyelesaikan 67,1% dengan uang yang sudah dikeluarkan Rp1,8 miliar,"ujar Ali Murtadlo di Surabaya, Rabu (07/01/2026).

Nah, sambung Ali Murtadlo, di dalam proses pelaksanaan pemilihan penyedia dari kami kita lihat sudah sesuai ketentuan, baik proyek gedung SMP Tambak Wedi maupun Puskesmas Manukan Kulon.

"Itu awalnya memang diajukan untuk proses lelang, namun dalam perjalanannya ada Perpres baru yaitu 46 tahun 2025 dimana, ketika ada dalam katalog elektronik maka wajibannya adalah harus purchasing dulu,"kata Ali Murtadlo.

Kemudian, kata Ali, baru metode-metode lelang lainnya, boleh lelang, boleh PL, dan lain-lainnya. Nah, karena di proses untuk pembangunan sekolah itu tidak terlalu kompleks pembangunannya, maka dilihat di situ ada kemungkinan untuk diproses secara e-katalog, dan ternyata ada penyedia yang masih dalam katalog elektronik tersebut.

Sehingga, jelas Ali, diproseslah yang asal lelang kita review menjadi proses secara katalog. Nah, itu sudah dipilih pemenangnya. Namun, dalam proses perjalanan-perjalanannya semua sudah dicek, sudah memenuhi ketentuan semua, baik administrasi maupun kemampuannya, dan berjalan.

Saat ditanya penyebab kontraktor diputus kontak, Ali mengatakan, pada saat kami cek awal itu mereka di pertengahan jalan terjadi kekurangan modal. Modal kami cek kembali, kami evaluasi selanjutnya infonya sudah dapat tambahan modal sehingga kami yakin untuk bisa menyelesaikan.

"Ya lanjutkan, kalau yang bisa dan sudah dalam perhitungan, oke masih memenuhi waktunya, kita silakan untuk jalan. Kita tuliskan di dalam berita acara itu, jadi progresnya sekarang berapa, kemudian ketika mereka mendapatkan tambahan modal itu berapa, kemudian dia sanggup menyelesaikan kita tulis dalam proses,"ungkap Ali. 

Ali Murtadlo kembali menerangkan, ketika semua proses pembangunan tidak memenuhi waktu yang ditentukan, itu kan kadang-kadang masih ada perpanjangan waktu ya, dan perpanjangan biasanya kena denda.

"Kalau tidak memenuhi lagi ya kontraktornya blacklist, sudah putus kontrak, blacklist, jaminan pelaksanaan kita ambil semua,"tegasnya.

Langkah selanjutnya ya harus dihitung ulang, tambah Ali, kalau memang harus dilanjutkan, kebutuhan untuk melanjutkan dan itu harus segera kita lanjutkan agar tidak merugikan masyarakat.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...