SURABAYAIMediabidik.Com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya tahun ini siapkan anggaran untuk kebersihan jalan dan saluran serta menambah Taman Bermain Ramah Anak (TBRA).
Dedi Irianto Kepala Dinais DLH kota Surabaya mengatakan, taman-taman harus bersih dan terawat dan sampahnya harus terangkut dan tidak meluber. Selain bersih, terawat, estetika nya menarik, jadi itu yang harus kita prioritaskan dan anggaran itu harus kita penuhi, lain lain hanya pendukung saja.
"Dan yang prioritas kebersihan kota terutama jalan, taman, dan sampah-sampah yang di TPS-TPS termasuk saluran, sampah yang di sungai sungai juga harus bersih." ujar Dedi Irianto, Kamis (8/1/2026).
Kadis DLH kota Surabaya menambahkan, kita rutin melakukan perantingan, saat ini kita rutin melakukan kerja bakti perantingan di sepanjang jalan Bubutan karena siang tidak bisa, kita malam melakukan perantingan, boleh dilihat hasilnya. Di jalan Bubutan itu kita setiap malam kerja bakti melakukan perantingan sepanjang jalan itu. "Jadi gini bukan pemetaan, yang pertama kita punya jadwal tersendiri. Kemudian yang kedua dari usulan masyarakat, warga itu mengusulkan minta perantingan dan sebagainya. Nah itu harus kita agendakan untuk dilakukan perantingan." tambah Dedi.
Selain aktif melakukan perantingan, DLH kota Surabaya juga aktif membantu penanganan banjir di lokasi-lokasi yang rawan genangan, "Kalau terkait dengan banjir, kami karena punya unit tangki. Kami membantu untuk supporting saja melakukan penyedotan di titik-titik genangan," terang Dedi.
Perihal penerapan taman ramah anak, Kadis DLH menjelaskan, yang tahun kemarin sudah dan tahun ini yang kita ajukan taman Harmoni menjadi taman bermain ramah anak. "Jadi kita sudah punya empat, yang tahun ini insha Alloh kita ajukan untuk TBRA." ucap Dedi.
Masih kata Dedi, untuk mendapatkan sertifikasi taman bermain ramah anak itu kriterianya banyak sekali, jadi contoh nih, kayak mainan itu ngak boleh menyebabkan anak-anak cidera atau terluka, contohnya ayunan, diayunan itu ada klakernya kan ada lubangnya, kalau anak iseng kan nanti lubangnya dimasukin jari hingga kejepit, apa dan sebagainya. "Wong namanya anak-anak ya bisa seperti itu, lah itu yang kita antisipasi. Harus ditutup dan sebagainya, tidak boleh ada bangunan atau besi-besi yang berkarat dan harus di cat, tidak boleh ada ujungnya yang runcing harus di pingul jadi orang terbentur ngak luka." urai Dedi.
"Jadi setelah di audit mana yang harus diperbaiki, mana yang kurang itu yang akan kita lakukan dan alhamdulillah kita sudah masuk. Perihal perawatan dan pengawasan taman, kita rutin sudah pasti dan itu sudah kita anggarkan," pungkasnya.
Comments
Post a Comment