Skip to main content

Bantuan Dipotong, Sejumlah Mahasiswa Penerima Beasiswa Wadul Dewan

SURABAYAIMediabidik.Com– Sejumlah mahasiswa penerima Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya mengeluhkan adanya pemotongan bantuan yang berdampak langsung pada kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Keluhan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Kota Surabaya Komisi D, menjelang pertemuan lanjutan dengan Pemerintah Kota Surabaya yang dijadwalkan pada Senin, 26 Januari 2026.

Perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penerima Beasiswa Pemuda Tangguh (Forkompeta) menyebutkan, perubahan skema bantuan membuat penerima lama harus menanggung sisa UKT secara mandiri. Kondisi ini dinilai memberatkan dan berpotensi memicu masalah sosial baru.

"Sisa UKT yang harus dibayar sendiri ini cukup besar. Kalau dipaksakan, bisa berujung ke cicilan bahkan pinjaman online (pinjol)," ujar Gilang Ardi Pradana, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), usai audiensi.

*DPRD Komisi D Tolak Pemotongan untuk Penerima Lama*

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar'ah, menegaskan bahwa mahasiswa penerima lama tidak boleh dibebani kekurangan UKT akibat perubahan kebijakan.

"Saya menggarisbawahi, adik-adik mahasiswa penerima lama jangan sampai kebebanan. Misalnya UKT awalnya Rp7 juta lalu sekarang hanya dibantu Rp2,5 juta, itu harus dicarikan solusinya," tegas dr. Zuhrotul.

Ia mengakui, Komisi D telah memprediksi munculnya banyak persoalan di lapangan, khususnya ketidaksinkronan antara kebijakan koordinator Beasiswa Pemuda Tangguh dengan kebijakan universitas masing-masing. Meski sudah ada surat dari dinas terkait, sejumlah kampus tetap memberlakukan UKT lama dan enggan menurunkannya.

"Ada kampus yang memberi keringanan dengan cicilan sampai Juli, ada yang minta bayar sebagian dulu sambil dicarikan solusi. Tapi pada dasarnya, kami di Komisi D ingin penerima lama tetap bisa kuliah dengan beasiswa secara penuh," jelasnya.

*UKT Penerima Lama Harus Tetap Dibayar Penuh*

Menurut dr. Zuhrotul, mahasiswa penerima lama hingga tahun 2025 yang statusnya masih berjalan (ongoing) harus tetap mendapatkan pembayaran UKT secara penuh, terutama jika pihak universitas tidak bersedia menurunkan besaran UKT.

"Kalau kampus tidak bisa menerima pengurangan UKT, maka yang 2025 ke bawah ini harus tetap dibayarkan full. Solusinya bisa melalui CSR atau perubahan anggaran lewat PAK," ujarnya.

Ia menegaskan, tidak boleh ada tambahan beban biaya dari keluarga mahasiswa, agar orang tua tidak resah dan mahasiswa tetap fokus menyelesaikan studi.

*Mahasiswa Tunggu Kejelasan Pemkot Surabaya*

Sementara itu, Forkompeta mengungkapkan telah dua kali mengirimkan surat audiensi kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya sejak Desember 2025. Meski sempat bertemu dengan Kepala Bidang Disbudporapar, Ringgo, mahasiswa menilai penjelasan yang diberikan belum memberikan kepastian.
"Kami menunggu audiensi hari Senin dengan Pak Ringgo dan DPRD. Sampai sekarang belum ada kejelasan dari Pemkot," kata Gilang.

*Dampak ke Kampus Negeri dan Swasta*

Di Unesa, besaran UKT mahasiswa berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp7 juta per semester. Sebelumnya, UKT penerima lama ditanggung penuh oleh program beasiswa. Namun, perubahan kebijakan membuat mahasiswa harus menanggung sebagian biaya.

Sementara di perguruan tinggi swasta, UKT bahkan disebut mencapai Rp3 juta hingga Rp15 juta per semester. Meski demikian, beberapa kampus telah berkoordinasi dengan pihak internal untuk menunda pembayaran UKT sambil menunggu kejelasan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar hukum pencairan beasiswa.
Ribuan Mahasiswa Terdampak
Berdasarkan data Forkompeta, jumlah penerima Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya di Universitas Airlangga (Unair) mencapai sekitar 1.000–1.400 mahasiswa. Dalam audiensi kali ini, perwakilan mahasiswa berasal dari 7 kampus dari total sekitar 15 perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya.

"Program ini sangat baik untuk pendidikan. Tapi kalau ada perubahan, seharusnya diselesaikan dulu yang lama. Jangan tiba-tiba penerima lama ikut dipotong," tegas Gilang, penerima beasiswa sejak Agustus 2023.

DPRD Soroti Skema Beasiswa 2026
Dr. Zuhrotul menambahkan, anggaran Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya 2026 telah disepakati DPRD dengan nilai sekitar Rp191,8 miliar. Untuk penerimaan tahun 2026, skema beasiswa akan lebih difokuskan kepada keluarga miskin dan pramiskin (desil 1 dan desil 2).

"Yang 2026 nanti akan lebih ketat, benar-benar untuk keluarga miskin. Tapi yang sudah berjalan sampai 2025 ini tidak boleh dirugikan," pungkasnya.

Langkah Selanjutnya
Hingga saat ini, mahasiswa masih menunggu hasil audiensi lanjutan dengan Pemkot Surabaya. Forkompeta menyatakan akan menentukan langkah berikutnya setelah pertemuan resmi pada Senin mendatang.

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...