SURABAYAIMediabidik.Com - Tahun 2026, Pemkot Surabaya fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan terutama jalan yang menjadi koneksitas (pengubung) antara Surabaya dan daerah penyangga seperti Gresik.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, kita fokusnya di tahun ini adalah pembangunan JLLB (Jalur Luar Lingkar Barat) di ruas Sememi sampai Romo Kalisari arah Gresik.
Gresik ini, kata Irvan, geliat ekonominya sedang tumbuh pesat karena ada investasi PMA (Penanaman Modal Asing) yang cukup besar di sana seperti semelter.
"Sehingga kita mengantisipasi itu, kita banyak berfokus untuk aksesibilitas atau konektivitas antar kawasan Surabaya-Gresik,"ujar Irvan Wahyudrajad di Surabaya, Jumat (09/01/2026).
Irvan menambahkan, selain JLlB target realisasi pembangunan selanjutnya adalah jalan Wiyung yang juga ke arah Gresik, itu pembebasan maupun pembangunan jalan di kawasan Wiyung di Lidah Kulon.
Kemudian, terang Irvan, pembangunan Flyover Dolok ini juga menjadi program kita tahun ini. Kemudian proyek Diversi Gunungsari karena proyek ini untuk penanggulangan banjir terutama di kawasan Simo.
Dan proyek Diversi Gunungsari, kata Irvan, akan diteruskan sampai ke Taman Cahaya di Pakal karena untuk mengurangi genangan air di wilayah Surabaya Barat.
Lebih jauh Irvan mengatakan, selain infrastruktur jalan kita juga fokus pada pembangunan PJU (Penerangan Jalan Umum) yang masih menjadi prioritas melanjutkan tahun ini, sehingga semua kampung diharapkan terang, dan bisa menekan angka kriminalitas kemudian kecelakaan juga.
"Tahun 2025 di Surabaya pemasangan 5.884 PJU baru, dan target ini bisa bertambah seiring permintaan warga,"terangnya.
Kemudian, tambah Irvan, ada pembangunan Jalan di Dharmahusada-Merr, ini akan mempersingkat waktu dari Dharmahusada ke Merr.
Dan yang terpenting adalah genangan air, ungkap tambah Irvan, jadi ini cukup besar porsinya dalam skema-skema penyelesaian per sistem yang dianggap prioritas yang masih banjir ya, itu akan jadi prioritas.
Kemudian di sektor persampahan juga terus setiap tahun kita akan tingkatkan termasuk penambahan PTSP yaitu, fasilitas penggunaan sampah terpadu untuk mengurangi pembuatan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Kemudian peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Benowo, terang Irvan, kita bekerjasama dengan pusat untuk menjadi kapasitas 1.000 ton per hari,
"PSEL Benowo kapasitasnya baru 6.000 ton per hari, akan kita tingkatkan jadi 1.000 ton per hari, dan mungkin harus bekerjasama dengan kota lain atau kabupaten lain seperti Gresik,"pungkasnya.(red)
Comments
Post a Comment