Skip to main content

Ada Lima Besar Sektor Penunjang Peningkatan Investasi di Kota Surabaya

SURABAYAIMediabidik.Com - Investasi di kota Surabaya setiap tahun mengalami peningkatan dan lima besar sektor yang dapat menunjang peningkatan PAD di kota Surabaya dari tahun 2024 sampai tahun 2025.

Lasidi Kadis DPMPTSP mengatakan, untuk investasi tahun 2024 dari target Rp 39 triliun tercapai Rp 40 triliun, dan untuk tahun 2025 targetnya Rp 42 triliun. Kemarin triwulan ketiga sudah Rp 31,3 triliun, nah ini kurang Rp 11 triliun dan ini sedang dilakukan pelaporan. "Untuk investasinya di LKPM tanggal 1 sampai 10 Januari ini. Nanti baru diumumkan setelah periode LKPM," terang Lasidi kepada media ini, Kamis (15/1/2026). 

Untuk tahun 2026 kata Lasidi, ada kenaikan sekitar Rp 43,34 triliun, belum realisasi. Ini kan laporan baru 2025 akhir, nanti triwulan satu baru bulan April ini baru laporan. "Jadi triwulan satu semester satu triwulan tiga semester dua, semester dua ini laporannya bulan Januari." ujar Lasidi. 

"Tiap tahun ada laporan investasi, tiap tahun naik apa turun, ya alhamdulillah tiap tahun ini naik terus." tambah Lasidi. 

Lasidi menyampaikan, investasi paling banyak itu ada lima besar, tahun 2024 itu paling banyak itu pertama transportasi, gudang, telekomunikasi, kedua perdagangan dan reparasi, ketiga perumahan, kawasan industri, perkantoran, keempat konstruksi dan kelima jasa lainnya. 

"Kalau 2025 lima besarnya itu yang pertama perdagangan dan reparasi, kedua perumahan, kawasan industri dan perkantoran, ketiga transportasi gudang dan telekomunikasi yang keempat industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain dan kelima jasa lain. Itu yang urutan investasi di Surabaya." papar Lasidi. 

"Sudah berjalan semua dan pendapatan paling besar di kota Surabaya ya lima sektor itu." pungkas Lasidi. (red) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...