Skip to main content

Soal Jembatan Bambu Mangrove Wonorejo, Kejaksaan Panggil DKPP


Mediabidik.com
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya akhirnya turun mengusut proyek Jembatan Bambu Mangrove Wonorejo senilai Rp.1,5 milliar yang terbengkalai (mangkrak) selama 3 tahun. Pasalnya dana yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut mengunakan dana APBD kota Surabaya tahun 2018.

Herlambang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kota Surabaya mengatakan, gegara jembatan bambu itu, teman teman kembali dipanggil kejaksaan hari ini, Kamis (18/11/2021). Karena pemberitaan itu kita dipanggil kejaksaan, ya mau dimana lagi. "Ya kejaksaan sudah turun." ucap Herlambang saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Waktu ditanya soal progres jembatan tersebut mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Surabaya menjelaskan, karena kita ngak gerti mau ngapain, teman teman bener ngak gerti. Apakah yang mengerjakan nanti itu siapa.? "Proseasnya itu kita yang binggung. "jelasnya. 

Lebih lanjut dia menambahkan, permasalahan inikan karena wanprestasi, jadi masalah awalnya itu semua, kalau dari pelaksanaannya prosedur sudah sesuai semua. Terus kita juga didampingi dari kejaksaan juga, intinya pihak pelaksana (CV Mutiara Hitam) tidak mau meneruskan pekerjaan, alasannya apa kita ngak gerti. 

"Dan teman teman juga ngak gerti, orangnya ngak mau mengerjakan, ngak mengerti kendala apa dilapangan." imbuhnya. 

Sudah di audit oleh inspektorat, lanjut Herlambang, dan dari rekanan sudah ada pengembalian dana sekitar Rp 370 juta an. "Karena waktu itu pekerjaan fisiknya sudah ada." pungkasnya.  (pan) 

Foto : Jembatan Bambu mangrove Wonorejo yang mangkrak.

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Hari Pahlawan 10 November

Ucapan HUT Partai NasDem ke 10