Skip to main content

Panggung Aspirasi Memicu Terjadinya Konflik Fraksi


SURABAYA (Media Bidik) - DPRD Kota Surabaya melaunching program panggung aspirasi. Program ini sebagai media untuk mensosialisasikan semua kinerja anggota dewan. Hanya saja, program yang diresmikan Senin (29/12) di ruang Badan Musyawarah (Banmus) disinyalir akan memicu konflik di setiap fraksi di lingkungan DPRD Surabaya.

Pemicunya masing-masing fraksi akan berlomba-lomba akan membuat citra positif. Hal ini diungkapkan oleh anggota dewan asal Fraksi PKS Ahmad Suyanto. Progam ini bekerja sama dengan salah satu stasiun televisi lokal di Surabaya, dan akan tayang setiap Jumat malam mulai Januari mendatang.

"Kalau saya usul, jika memang program ini nanti mengharuskan setiap anggota dewan tampil  memaparkan kinerjanya secara bergantian setiap episode, maka jangan diurut berdasarkan fraksi supaya tidak akan memperuncing fraksi-frkasi," kata Suyanto. Senin (29/12)

Usulan anggota Komisi C ini sangat beralasan. Sebab, Ketua DPRD Surabaya Armuji menginginkan 50 anggota dewan wajib mensosialisasikan segala aktifitas kedewanannya berdasarkan urutan fraksi. Artinya, setiap episode ada anggota dewan dari fraksi tertentu yang didelegasikan berdasarkan penunjukan dari ketua fraksi.

"Saya lebih suka kalau diurut sesuai dengan komisi, karena komisilah yang memiliki agenda kerja, bukan partai atau fraksi," ucapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Armuji menjelaskan kemunculan panggung aspirasi merupakan media sosialisasi kegiatan dewan kepada masyarakat. Jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki media berupa majalah untuk memaparkan semua kebijakannya, maka wakil rakyat yang berkantor di Jalan Yos Sudarso mempunyai program panggung aspirasi yang akan disiarkan di televisi lokal setiap minggu sejak awal tahun 2015.

"Jadi spiritnya hanya untuk sosialisasi kepada masyarakat, bukan untuk membuat konflik antar fraksi," terangnya.

Politisi senior PDI Perjuangan ini menambahkan, setiap episode akan membahas tema-tema aktual yang menjadi fokus kerja DPRD Surabaya. Seperti rancangan peraturan daerah (rancangan) peraturan daerah (perda) minuma beralkohol yang sampai saat ini masih belum usai dibahas.

Selain untuk media sosialisasi, pria yang sudah menjabat sebagai wakil rakyat yang keempat kalinya ini menginginkan agar program ini menjadi wahana bagi anggota dewan unjuk diri kepada masyarakat. "Jadi supaya mereka terlatik bisa menyampaikan segala sesuatu di luar sidang atau hearing," tambahnya.

Wakil ketua DPRD Surabaya Masduki Toha memandang perlu membahas tema yang akan dibahas. Dia mengusulkan agar pembahsan tema menjadi wewenang badan musyawarah. Hal ini supaya setiap anggota dewan memiliki kesiapan mengulas secara detail topik yang akan dipaparkan kepada masyarakat.

"Jadi temanya yang bagus-bagus saja, kita godok bersama-sama sebulan sebelumnya sehingga tahu apa yang harus disampaikan," pungkasnya.(pan)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...