Skip to main content

Ini Penjelasan Baktiono Kader PDI-P Perihal Indonesia Siaga 1

SURABAYAIMediabidik.Com - Dampak konflik perang timur Tengah antara AS-Israel versis Iran yang berdampak pada situasi global, sehingga membuat Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto mengeluarkan statment Indonesia Siaga 1, itu tertuang melalui surat telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026.

Menanggapi permasalahan tersebut Baktiono anggota komisi B dari fraksi PDIP kota Surabaya mengatakan, saat ini kita mendukung apa yang disampaikan presiden Prabowo harus tetap siaga satu, dalam hal untuk mencari nafkah, tapi kalau siaga satu untuk perang masih terlalu jauh. Saat ini rakyat siaga satu terus untuk kehidupan keluarganya. 

"Bayangkan menjelang hari raya idul fitri perdagangan tidak terlalu bagus seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena kami juga mengalami seperti itu, kami berdagang kecil kecilan juga merasakan seperti itu, " ujar Baktiono kepada awak media, Kamis (12/3/2026). 

Baktiono juga menambahkan, agar kebijakan pemerintah pusat itu benar-benar pro rakyat, karena kita ini sudah punya bapak koperasi Indonesia yang luar biasa yaitu Bung Hatta, itu saja yang disampaikan Bung Hatta agar dikerjakan dengan baik, jangan membuat nama yang macam-macam seolah-olah Nasionalis tapi kenyataannya tidak pro rakyat. 

"Tapi kalau dari instruksi ketua umum, kita senantiasa memperjuangkan itu, karena di PDI Perjuangan itu ada sumpahnya, namanya Dasa Prasetya atau sepuluh sumpah janji untuk menjadi kader PDI Perjuangan. Baik di jabatan eksekutif, legislatif atau jabatan lainnya. Yaitu setia pada Pancasila, pada UUD 1945, kesehatan, pendidikan digratiskan dan perekonomian kita tumbuhkan. Perekonomian rakyat yang berdikari sesuai dengan amanat Tri Saktinya Bung Karno. Berdaulat bidang politik berdikari bidang ekonomi,berkepribadian dalam kebudayaan kita sendiri budaya Indonesia." terang Baktiono. 

"Dimaksud siaga satu bukan siaga satu perang, kalau saat ini siaga satu mencari nafkah. Ya jangan sedikit-sedikit MBG, masyarakat banyak menolak MBG. Bukannya kurang tepat tetapi sangat-sangat tidak tepat." tegasnya. 

Saat disinggung soal kegiatan partai PDI-P yang juga membagi-bagi bingkisan gratis ke warga, Baktiono menjelaskan, itu beda, kan setiap hari memang di instruksikan ke warga masyarakat untuk berbuat baik, tanggap terhadap bencana, cinta lingkungan, mencintai sesamanya, membantu sesamanya dan itu memang instruksi nya. 

"Jadi tiada hari tanpa melakukan sesuai instruksi yang diingatkan oleh Ibu Megawati," pungkasnya. (red) 


Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...