Skip to main content

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Dorong agar APBD Fokuskan pada Program Menyentuh Warga

SURABAYAIMediabidik.Com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menegaskan kesiapannya menindaklanjuti instruksi DPP PDIP untuk mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengguncang ekonomi global.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat DPP PDIP Nomor 963/IN/DPP/III/2026 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi Darmadi Durianto.
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Saifuddin Zuhri, mengatakan seluruh kader PDIP di daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik kawasan Timur Tengah yang berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dunia.

"Kenaikan harga minyak dunia bisa memicu efek berantai pada perekonomian nasional dan daerah. Karena itu pengawasan penggunaan anggaran harus diperketat agar lebih efisien dan tepat sasaran," kata Saifuddin, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, setiap kenaikan 1 dolar AS pada harga minyak mentah dunia dapat menambah beban subsidi energi Indonesia hingga sekitar Rp7 triliun. Kondisi itu berpotensi memicu kenaikan harga BBM, melonjaknya biaya distribusi, hingga berdampak pada harga pangan.

Menanggapi situasi tersebut, Fraksi PDIP DPRD Surabaya mendorong agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) difokuskan pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Program yang tidak mendesak sebaiknya ditunda. Anggaran harus diarahkan pada kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Fraksi PDIP juga meminta pemerintah daerah melakukan analisis fiskal secara komprehensif terhadap potensi dampak kenaikan harga energi terhadap APBD, termasuk kemungkinan meningkatnya belanja subsidi, belanja operasional, dan biaya pelayanan publik.

Selain itu, stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok harus menjadi perhatian utama di tengah potensi kenaikan biaya distribusi.

Saifuddin menegaskan, prioritas anggaran daerah harus diarahkan pada sektor yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga, seperti pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, dan penyediaan hunian layak.

Penguatan program jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan, mulai dari masyarakat miskin, buruh, petani, nelayan hingga pelaku UMKM juga dinilai penting untuk menghadapi potensi tekanan ekonomi global.

"Efisiensi anggaran bukan sekadar penghematan, tetapi memastikan setiap rupiah APBD benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,"pungkasnya.(red) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...