Skip to main content

Rapat Paripurna Bahas Transformasi KBS Jadi Perumda dan RPJMD 2025–2029

SURABAYAIMediabidik.Com - DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna terbuka pada Rabu (5/6), yang dimulai pukul 14.32 WIB. Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, dan dihadiri oleh 34 anggota dewan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kepala OPD, serta para pejabat Pemerintah Kota Surabaya. Agenda utama rapat adalah penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua Raperda penting: Raperda perubahan status Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda), dan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya tahun 2025–2029.

Dalam kesempatan itu, juru bicara Fraksi PKS, Johari Mustawan, menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan Perumda KBS ke depan.

"Kami ingin mengingatkan bahwa perubahan status KBS harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah," ujarnya. "Pemerintah daerah dapat mengatur bentuk badan usahanya, dan hal itu harus disertai transparansi serta penyampaian dokumen Raperda dan naskah akademik ke seluruh fraksi sebelum pembahasan dimulai." imbuhnya. 

Johari juga menekankan bahwa KBS bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga harus menjadi pusat edukasi, konservasi, dan riset. Ia menambahkan, "Perumda KBS harus menyusun rencana bisnis lima tahunan yang disahkan oleh Wali Kota Surabaya, dan menyampaikan rencana kerja tahunannya secara profesional kepada wali kota serta masyarakat."

Ia turut mengingatkan perlunya Dewan Pengawas dan Direksi yang berintegritas. "Kita tekankan prinsip transparansi, akuntabilitas, kemandirian, dan kewajaran dalam pengelolaan,"katanya. "Dan tiket masuk harus tetap terjangkau, karena KBS adalah tempat rekreasi rakyat."

Lebih lanjut, Fraksi PKS mengingatkan bahwa Perumda tidak boleh semata-mata berorientasi pada profit. "KBS harus tetap melayani masyarakat, dan sebagai kota pahlawan, Surabaya juga harus menjadi pahlawan bagi satwa-satwa yang hidup di kebun binatang," tegas Johari.

Terkait RPJMD 2025–2029, Johari menyampaikan bahwa PKS mengapresiasi masuknya isu-isu seperti penguatan ketahanan keluarga dan pengarusutamaan keluarga dalam kebijakan kota. Ia menambahkan, "Pendidikan harus menjadi prioritas, sesuai amanat UUD 1945. Kami juga mendorong adanya perhatian serius terhadap sekolah swasta agar Surabaya benar-benar menjadi barometer pendidikan nasional."harapnya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai dalam penutupannya menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh pihak dalam rapat paripurna. "Demikianlah kita ikuti rapat paripurna hari ini. Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan rapat ini," ujarnya. 

"Apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang setulus-tulusnya."Ia lalu menutup rapat secara resmi pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik berbagai masukan dari fraksi-fraksi DPRD. Ia mengatakan pihaknya siap memberikan jawaban dalam agenda lanjutan dan menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif.

"Tadi kami sudah bahas dengan teman-teman DPRD, terutama soal pendidikan SD dan SMP. Kami ingin fokus kepada masyarakat miskin dan prasejahtera, karena tidak semua orang tua mampu," jelas Eri. "Pendidikan adalah kewajiban pemerintah. Kami ingin semua anak Surabaya punya kesempatan yang sama."

Mengenai proses seleksi panitia pengawas pendidikan, Eri menginformasikan bahwa pihaknya masih menunggu surat dari pemerintah provinsi. "Surat sudah kami kirimkan. Saya berharap minggu ini sudah turun, dan minggu depan kita bisa mulai membuka pendaftaran untuk pansel," katanya.

Rapat paripurna ini mencerminkan komitmen DPRD dan Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, dari sektor kebun binatang hingga pendidikan. Perubahan status KBS menjadi Perumda diharapkan membawa profesionalisme dan transparansi yang lebih baik, sedangkan RPJMD 2025–2029 disusun untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, pendidikan berkualitas, dan penguatan keluarga. Di tengah semangat Kota Pahlawan, Surabaya bergerak maju, bukan hanya untuk manusia, tapi juga untuk satwa dan masa depan generasi mudanya.(red)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...